PLN Tambah Pasokan Listrik ke PT Huadi Nickel-Alloy
Rabu, 20 Oktober 2021 - 15:30 WIB
loading...
Pabrik pengolahan dan pemurnian mineral nikel milik PT Huadi Nickel-Alloy yang berada di Kabupaten Bantaeng. Foto: Istimewa
A
A
A
BANTAENG - PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia (HNI) yang bermarkas di Kabupaten Bantaeng, kembali mendapatkan tambahan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) sebesar 90 Mega Volt Ampere (MVA).
Sebelumnya, perusahaan yang bergerak di industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel tersebut telah mendapatkan daya sebesar 80 MVA pada bulan Agustus 2021. Penambahan daya dilakukan guna memenuhi kebutuhan listrik untuk mendukung operasional fasilitas smelter milik perusahaan tersebut.
Baca juga:Realisasi TKDN PLN di Proyek Kelistrikan Capai Rp35,32 Triliun
Tak hanya di Sulsel, PLN siap memenuhi kebutuhan listrik yang andal bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Apalagi, hingga Oktober 2021, daya mampu di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) adalah sebesar 2.019 MW.
“PLN sangat siap untuk melayani kebutuhan listrik bagi investor di 3 provinsi, khususnya bagi industri smelter. Kami telah membangun komunikasi yang baik kepada investor serta menyampaikan kepastian layanan PLN," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid, Rabu (20/10).
Awaluddin menjelaskan kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik ke industri smelter juga didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang andal. Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk 150 kV Bantaeng Smelter pada Maret 2020 melanjutkan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.
Baca juga:Pelanggan PLN Kini Bisa Beli Token Minimal Rp5.000
Kesiapan PLN juga telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulbagsel dengan total daya mampu mencapai 2.019 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.435 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 584 MW.
Direktur PT Huady Nickel Alloy Indonesia , Jos Stefan Hidecky mengucapkan terima kasih atas kepastian layanan, komunikasi yang baik serta pasokan listrik yang diberikan PLN. Jos berharap PLN akan terus mengakomodir kebutuhan listrik bagi para investor di Sulawesi Selatan.
Baca juga:PLN Sulselrabar Siap Amankan Listrik STQ Nasional XXVI di Maluku Utara
"Terima kasih kepada PLN atas kebutuhan tambahan listrik sebesar 90 MVA. Semua ini bisa tercapai berkat dukungan dan supplai listrik dari PLN," tutur Jos.
Dengan bertambahnya pasokan listrik sebesar 90 MVA ini, maka total daya listrik yang telah dipasok PLN ke PT HNI adalah sebesar 210 MVA. Seiring berkembangnya industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel, PT HNI akan kembali melakukan ekspansi pabrik dengan penambahan kapasitas daya listrik sebesar 100 MVA pada tahun 2023 hingga mencapai 1.000 MVA dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Sebelumnya, perusahaan yang bergerak di industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel tersebut telah mendapatkan daya sebesar 80 MVA pada bulan Agustus 2021. Penambahan daya dilakukan guna memenuhi kebutuhan listrik untuk mendukung operasional fasilitas smelter milik perusahaan tersebut.
Baca juga:Realisasi TKDN PLN di Proyek Kelistrikan Capai Rp35,32 Triliun
Tak hanya di Sulsel, PLN siap memenuhi kebutuhan listrik yang andal bagi seluruh industri smelter di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat. Apalagi, hingga Oktober 2021, daya mampu di sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) adalah sebesar 2.019 MW.
“PLN sangat siap untuk melayani kebutuhan listrik bagi investor di 3 provinsi, khususnya bagi industri smelter. Kami telah membangun komunikasi yang baik kepada investor serta menyampaikan kepastian layanan PLN," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (Sulselrabar), Awaluddin Hafid, Rabu (20/10).
Awaluddin menjelaskan kesiapan PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik ke industri smelter juga didukung dengan infrastruktur kelistrikan yang andal. Khusus di Bantaeng, PLN telah membangun Gardu Induk 150 kV Bantaeng Smelter pada Maret 2020 melanjutkan dari gardu induk yang telah ada sebelumnya.
Baca juga:Pelanggan PLN Kini Bisa Beli Token Minimal Rp5.000
Kesiapan PLN juga telah didukung oleh sistem kelistrikan Sulbagsel dengan total daya mampu mencapai 2.019 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.435 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 584 MW.
Direktur PT Huady Nickel Alloy Indonesia , Jos Stefan Hidecky mengucapkan terima kasih atas kepastian layanan, komunikasi yang baik serta pasokan listrik yang diberikan PLN. Jos berharap PLN akan terus mengakomodir kebutuhan listrik bagi para investor di Sulawesi Selatan.
Baca juga:PLN Sulselrabar Siap Amankan Listrik STQ Nasional XXVI di Maluku Utara
"Terima kasih kepada PLN atas kebutuhan tambahan listrik sebesar 90 MVA. Semua ini bisa tercapai berkat dukungan dan supplai listrik dari PLN," tutur Jos.
Dengan bertambahnya pasokan listrik sebesar 90 MVA ini, maka total daya listrik yang telah dipasok PLN ke PT HNI adalah sebesar 210 MVA. Seiring berkembangnya industri pengolahan dan pemurnian mineral nikel, PT HNI akan kembali melakukan ekspansi pabrik dengan penambahan kapasitas daya listrik sebesar 100 MVA pada tahun 2023 hingga mencapai 1.000 MVA dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
(luq)
Lihat Juga :