Pra Penjualan LPKR Bisa Melampaui Target Rp4,2 triliun
Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:36 WIB
loading...
LPKR berpotensi membukukan pra-penjualan melampaui revisi target tahun 2021 sebesar Rp4,2 triliun.
A
A
A
JAKARTA - Dalam riset terbarunya, Analis Citigroup Securities Indonesia Felicia Asrinanda Barus memperkirakan PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berpotensi membukukan pra-penjualan melampaui revisi target tahun 2021 sebesar Rp4,2 triliun.
Proyeksi tersebut dilatarbelakangi keberhasilan LPKR mencatatkan pendapatan pra-penjualan senilai Rp3,9 triliun per September 2021 atau naik 71% YoY (year on year). Kontribusi utama penjualan LPKR pada kuartal III/2021 adalah peluncuran hunian Cendana Parc Tahap II.
(Baca juga:Gelar RUPSLB, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris LPKR)
“Tingginya penjualan ini ditopang oleh produk hunian di kawasan kota mandiri yang sudah mapan dan opsi pembiayaan cicilan hingga 48 bulan. LPKR juga masih akan melakukan dua peluncuran proyek pada kuartal IV/2021, yakni klaster premium dengan harga di atas Rp2 miliar per unit dan ruko di Lippo Village,” ungkap Felicia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10/2021).
Dengan proyeksi tingginya penjualan properti hingga akhir 2021, Felicia pun memprediksi LPKR mampu melampaui target pra-penjualan Rp4,2 triliun. “LPKR bisa melampaui pra-penjualan 2021 yang sebesar Rp4,2 triliun,” tegasnya.
(Baca juga:LPKR Diuntungkan oleh Kinerja SILO yang Diprediksi Stabil)
Sementara itu, CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pra-penjualan sebesar Rp4,2 triliun pada 2021, atau naik 20% dari target yang telah ditetapkan di awal 2021 sebesar Rp3,5 triliun. Pada kuartal III/2021, pra-penjualan LPKR mencapai Rp1,56 triliun, naik 27% YoY dari Rp1,24 triliun pada kuartal III/2020.
Proyeksi tersebut dilatarbelakangi keberhasilan LPKR mencatatkan pendapatan pra-penjualan senilai Rp3,9 triliun per September 2021 atau naik 71% YoY (year on year). Kontribusi utama penjualan LPKR pada kuartal III/2021 adalah peluncuran hunian Cendana Parc Tahap II.
(Baca juga:Gelar RUPSLB, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris LPKR)
“Tingginya penjualan ini ditopang oleh produk hunian di kawasan kota mandiri yang sudah mapan dan opsi pembiayaan cicilan hingga 48 bulan. LPKR juga masih akan melakukan dua peluncuran proyek pada kuartal IV/2021, yakni klaster premium dengan harga di atas Rp2 miliar per unit dan ruko di Lippo Village,” ungkap Felicia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10/2021).
Dengan proyeksi tingginya penjualan properti hingga akhir 2021, Felicia pun memprediksi LPKR mampu melampaui target pra-penjualan Rp4,2 triliun. “LPKR bisa melampaui pra-penjualan 2021 yang sebesar Rp4,2 triliun,” tegasnya.
(Baca juga:LPKR Diuntungkan oleh Kinerja SILO yang Diprediksi Stabil)
Sementara itu, CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pra-penjualan sebesar Rp4,2 triliun pada 2021, atau naik 20% dari target yang telah ditetapkan di awal 2021 sebesar Rp3,5 triliun. Pada kuartal III/2021, pra-penjualan LPKR mencapai Rp1,56 triliun, naik 27% YoY dari Rp1,24 triliun pada kuartal III/2020.
Lihat Juga :