Laba Bersih Unilever Anjlok 19% Menjadi Rp4,4 Triliun
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, pasar fast moving consumer goods (FMCG) kembali menghadapi tantangan pada kuartal III dengan terjadinya gelombang kedua pandemi di Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan PPKM di sebagian besar wilayah Tanah Air.
Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin memengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut memengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan berdampak pada tingkat pertumbuhan perseroan.
Baca juga: UI Dapat Donasi Beasiswa Rp50 Miliar dari Dato' Dr. Low Tuck Kwong
Kenaikan harga komoditas berimbas pada biaya produk dan tidak dapat diikuti langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal. Pasalnya, perseroan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi.
Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin memengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut memengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan berdampak pada tingkat pertumbuhan perseroan.
Baca juga: UI Dapat Donasi Beasiswa Rp50 Miliar dari Dato' Dr. Low Tuck Kwong
Kenaikan harga komoditas berimbas pada biaya produk dan tidak dapat diikuti langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal. Pasalnya, perseroan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi.
(uka)
Lihat Juga :