Sakha Coffee Perluas Pasar Kopi Lokal, Penjualan Digital Tumbuh 60%
Senin, 13 Juli 2026 - 14:30 WIB
loading...
Sakha Coffee Roastery memanfaatkan ekosistem perdagangan digital untuk memperluas pasar kopi lokal. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sakha Coffee Roastery memanfaatkan ekosistem perdagangan digital untuk memperluas pasar kopi lokal sekaligus memperkuat rantai pasok industri kopi. Melalui pemanfaatan Tokopedia dan TikTok Shop, pelaku usaha tersebut mencatat peningkatan penjualan dan memperluas kemitraan dengan petani kopi dari berbagai daerah.
"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia. Yang paling penting, kami bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan LIVE Shopping. Ketika orang memahami cerita di balik produknya, mereka tidak hanya membeli kopi, tetapi juga menghargai perjalanan di baliknya," kata Pendiri Sakha Coffee Roastery Teuku Andi Nova Reza seperti dikutip pada Senin (13/7/2026).
Baca Juga: 5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Didirikan di Bekasi pada 2018, Sakha Coffee fokus menghadirkan kopi origin Indonesia dari berbagai daerah, seperti Mandailing, Karo, Lampung, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, hingga Papua. Berbekal pengalaman pendirinya di industri sangrai kopi internasional, perusahaan mengembangkan bisnis dengan menggandeng petani lokal untuk menghadirkan kopi berkualitas kepada konsumen.
Di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya kemasan, dan perubahan iklim yang memengaruhi hasil panen, perusahaan menilai transformasi digital menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar. Saat ini sekitar 40% penjualan Sakha Coffee berasal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang menjadi kanal utama pemasaran produk.
Selain memperluas jangkauan pasar, pemanfaatan konten digital, video pendek, dan fitur LIVE Shopping juga menjadi sarana edukasi mengenai karakter, asal-usul, serta metode penyeduhan kopi Nusantara. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut tidak hanya menarik konsumen individu, tetapi juga pelaku usaha seperti pemilik kedai kopi yang membeli produk untuk kebutuhan bisnis.
"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia. Yang paling penting, kami bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan LIVE Shopping. Ketika orang memahami cerita di balik produknya, mereka tidak hanya membeli kopi, tetapi juga menghargai perjalanan di baliknya," kata Pendiri Sakha Coffee Roastery Teuku Andi Nova Reza seperti dikutip pada Senin (13/7/2026).
Baca Juga: 5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Didirikan di Bekasi pada 2018, Sakha Coffee fokus menghadirkan kopi origin Indonesia dari berbagai daerah, seperti Mandailing, Karo, Lampung, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, hingga Papua. Berbekal pengalaman pendirinya di industri sangrai kopi internasional, perusahaan mengembangkan bisnis dengan menggandeng petani lokal untuk menghadirkan kopi berkualitas kepada konsumen.
Di tengah tantangan fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya kemasan, dan perubahan iklim yang memengaruhi hasil panen, perusahaan menilai transformasi digital menjadi salah satu strategi untuk memperluas pasar. Saat ini sekitar 40% penjualan Sakha Coffee berasal dari Tokopedia dan TikTok Shop, yang menjadi kanal utama pemasaran produk.
Selain memperluas jangkauan pasar, pemanfaatan konten digital, video pendek, dan fitur LIVE Shopping juga menjadi sarana edukasi mengenai karakter, asal-usul, serta metode penyeduhan kopi Nusantara. Menurut perusahaan, pendekatan tersebut tidak hanya menarik konsumen individu, tetapi juga pelaku usaha seperti pemilik kedai kopi yang membeli produk untuk kebutuhan bisnis.
Lihat Juga :