Utang Garuda Terlalu Besar, Kementerian BUMN Tak Mau Gegabah Suntik PMN

Senin, 25 Oktober 2021 - 11:36 WIB
loading...
Utang Garuda Terlalu...
Kementerian BUMN memastikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak menerima suntikan dana penyertaan modal negara (PMN) untuk menyelamatkan kinerja keuangannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN memastikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak menerima suntikan dana penyertaan modal negara (PMN) untuk menyelamatkan kinerja keuangannya. Selain lantaran keuangan emiten yang terus merugi, utangnya pun tercatat fantastis. Maskapai pelat merah itu diketahui tengah menanggung utang senilai Rp70 triliun terhadap kreditur dan sejumlah perusahaan penyewa pesawat (lessor).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, bila pemerintah menggelontorkan dana segar untuk menyelamatkan Garuda, maka akan sangat tinggi nilai PMN yang dialokasikan. Oleh karena itu, opsi tersebut tidak ditempuh Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia.

Baca juga: Wamen BUMN Blak-blakan Soal Opsi Pailit Garuda Indonesia

"Mengenai opsi, bakal, apakah ada PMN dan sebagainya, seperti yang disampaikan bahwa kita saat ini berusaha betul, supaya sedikit-sedikit tidak di suntik PMN, disuntik PMN yang rugi, jangan gitu. Kita harus membangun namanya BUMN-BUMN yang sehat gitu, jadi kita nggak berusaha untuk ini ya, belum ada usaha lah untuk menyuntikan lagi. Kalau disuntikan juga akan sangat banyak kebutuhan anggaran untuk Garuda," papar Arya kepada Wartawan, dikutip Senin (25/10/2021).

Dia memastikan, opsi negosiasi dan restrukturisasi terhadap pemilik piutang masih ditempuh. Dia pun berharap langkah tersebut membuahkan hasil baik agar Garuda tetap beroperasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Rekomendasi
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
Analis: Israel Omong...
Analis: Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved