Membongkar Mahalnya Harga Tes PCR, Bos Bio Farma: Ada Sampai Rp3,5 Juta
Selasa, 09 November 2021 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, biaya operasional sebesar 16%, lalu biaya distribusi 14%, royalti 5%, margin bio 10%, lalu harga publish (exc PPN) Rp 90.000, hingga harga E-katalog (exc PPN) mencapai Rp 81.000.
Menurutnya, struktur cost memang sedikit berbeda dari masing-masing layanan kesehatan. Di internal Holding BUMN saja memiliki struktur cost yang juga berbeda.
"Ini tergantung dari lab-nya masing-masing. Tergantung Juga dari bisnis model yang mereka lakukan. Ini adalah struktur cost yang dilakukan dan kami ambil, contohnya dari lab Bio Farma sendiri, tapi nanti Kimia Farma dan Indofarma yang mereka memiliki lab yang jauh lebih besar, mungkin juga akan memberikan gambaran yang sedikit berbeda," ungkap dia.
Baca Juga: Anak Buah Cerita Kronologi Menko Luhut Terlibat Bisnis PCR
Adapun harga PCR yang pernah ditetapkan Bio Farma di antaranya, sejak Agustus 2020, perseroan menetap Biocov sebesar Rp325.000 per test. Kemudian, tarifnya menurun pada September tahun lalu atau menjadi Rp250.000 per test. Lalu, menjadi Rp 90.000 per test pada Oktober 2021.
Menurutnya, struktur cost memang sedikit berbeda dari masing-masing layanan kesehatan. Di internal Holding BUMN saja memiliki struktur cost yang juga berbeda.
"Ini tergantung dari lab-nya masing-masing. Tergantung Juga dari bisnis model yang mereka lakukan. Ini adalah struktur cost yang dilakukan dan kami ambil, contohnya dari lab Bio Farma sendiri, tapi nanti Kimia Farma dan Indofarma yang mereka memiliki lab yang jauh lebih besar, mungkin juga akan memberikan gambaran yang sedikit berbeda," ungkap dia.
Baca Juga: Anak Buah Cerita Kronologi Menko Luhut Terlibat Bisnis PCR
Adapun harga PCR yang pernah ditetapkan Bio Farma di antaranya, sejak Agustus 2020, perseroan menetap Biocov sebesar Rp325.000 per test. Kemudian, tarifnya menurun pada September tahun lalu atau menjadi Rp250.000 per test. Lalu, menjadi Rp 90.000 per test pada Oktober 2021.
(akr)
Lihat Juga :