Terimbas Wall Street, Bursa Asia Kompak Berguguran
Rabu, 10 November 2021 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Perlambatan ekonomi China juga menjadi perhatian investor, terutama karena krisis kredit yang tampaknya dengan cepat menyebar melalui raksasa industri properti mereka.
Sementara dari Amerika Serikat (AS), data konsumen (CPI) yang bakal dirilis pada hari ini diprediksi akan melonjak 5,8% yoy. Hal ini sempat dikonfirmasi oleh para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bahwa indeks harga konsumen bakal lebih panas dari yang diharapkan.
Baca juga: Waduh Gawat! Besi Cetakan Cor Proyek KCJB Berjatuhan ke Permukiman Warga
"Kabar dari mereka membuat saya membayangkan ada sedikit keraguan yang tersisa di dalam (The Fed) bahwa risiko seputar inflasi bakal jauh lebih tinggi daripada yang diasumsikan sebelumnya," kata analis NatWest Markets dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (10/11).
Analis itu juga memperkirakan data CPI AS bakal lebih lemah dan tidak akan menghalangi agenda The Fed terkait kebijakan moneter ke depannya.
Sementara dari Amerika Serikat (AS), data konsumen (CPI) yang bakal dirilis pada hari ini diprediksi akan melonjak 5,8% yoy. Hal ini sempat dikonfirmasi oleh para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bahwa indeks harga konsumen bakal lebih panas dari yang diharapkan.
Baca juga: Waduh Gawat! Besi Cetakan Cor Proyek KCJB Berjatuhan ke Permukiman Warga
"Kabar dari mereka membuat saya membayangkan ada sedikit keraguan yang tersisa di dalam (The Fed) bahwa risiko seputar inflasi bakal jauh lebih tinggi daripada yang diasumsikan sebelumnya," kata analis NatWest Markets dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Rabu (10/11).
Analis itu juga memperkirakan data CPI AS bakal lebih lemah dan tidak akan menghalangi agenda The Fed terkait kebijakan moneter ke depannya.
(uka)
Lihat Juga :