Lagi Cari Kerja? Ingat Kata Menaker: Ijazah Bukan Utama yang Dibutuhkan
Selasa, 16 November 2021 - 07:58 WIB
loading...
Menaker Ida Fauziyah menerangkan, bahwa ijazah bukan satu-satunya benda yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan atau Menaker Ida Fauziyah menerangkan, bahwa ijazah bukan satu-satunya benda yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan. Namun kemampuan atau skill juga menjadi acuan dalam mendapatkan pekerjaan.
"Kalau ini bisa kita lakukan mungkin sekarang dan kedepannya ijazah menjadi tidak begitu berarti, kecuali untuk kepentingan yang lain ya. Menjadi tidak begitu berarti karena seseorang itu diukur karena kompetensinya," kata Menaker Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI secara virtual Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Keterlaluan! Masih Ada Sekolah Tahan Ijazah Siswanya Gara-gara Tunggakan Biaya
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) nasional pada 2020 tercatat 67,64 atau berada di tingkat menengah atas.
Menaker Ida mengatakan, IPK bakal menjadi sebagai alat untuk mengukur capaian pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia. "Secara akumulatif (nilainya) 67,64 persen, yang kalau menurut hitungannya, maka kita masuk kategori menengah ke atas," ungkapnya.
"Kalau ini bisa kita lakukan mungkin sekarang dan kedepannya ijazah menjadi tidak begitu berarti, kecuali untuk kepentingan yang lain ya. Menjadi tidak begitu berarti karena seseorang itu diukur karena kompetensinya," kata Menaker Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI secara virtual Senin (15/11/2021).
Baca Juga: Keterlaluan! Masih Ada Sekolah Tahan Ijazah Siswanya Gara-gara Tunggakan Biaya
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) nasional pada 2020 tercatat 67,64 atau berada di tingkat menengah atas.
Menaker Ida mengatakan, IPK bakal menjadi sebagai alat untuk mengukur capaian pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia. "Secara akumulatif (nilainya) 67,64 persen, yang kalau menurut hitungannya, maka kita masuk kategori menengah ke atas," ungkapnya.
Lihat Juga :