Simposium Internasional SEAVEG 2021, Mentan: Pandemi Paksa RI Tingkatkan Kerja Sama dengan Mitra Intemasional
Jum'at, 19 November 2021 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini, Kementan mengembangkan Agriculture War Room (AWR), sebuah pusat kendali untuk memantau dan berkomunikasi dengan petani di lapangan dan lembaga terkait di seluruh pelosok Indonesia,” kata Mentan.
Penggunaan teknologi informasi dan Internet of Things (IOT) akan membantu para pengambil kebijakan untuk membantu merespons permasalahan di lapangan lebih cepat dan akurat.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu pondasi penting pembangunan Indonesia adalah pengembangan SDM pertanian untuk menghasilkan tenaga profesional, mandiri, dan berdaya saing.
“Untuk itu, Kementan telah mencanangkan beberapa program untuk mengembangkan petani milenial. Di antaranya melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP).Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan,” katanya.
Melalui program ini, kata Dedi, Kementan memperkenalkan pertanian modern kepada petani milenial guna meningkatkan produksi pertanian dan mampu mengelola pertanian dengan baik.
“Kami berharap melalui program ini petani milenial mampu meningkatkan produksi, distribusi dan pemasaran hasil pertanian.Dalam program tersebut, kita senantiasa bekerja sama dengan semua pihak terkait,” ujarnya.
Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah menyampaikan terima kasih kepada pelaksana sehingga bisa menyambut seluruh tamu dari mancanegara. “Dalam kesempatan ini kita bisa menyampaikan ide mengenai keberhasilan sektor pertanian Indonesia dalam melewati masa sulit,” katanya.
Penggunaan teknologi informasi dan Internet of Things (IOT) akan membantu para pengambil kebijakan untuk membantu merespons permasalahan di lapangan lebih cepat dan akurat.
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu pondasi penting pembangunan Indonesia adalah pengembangan SDM pertanian untuk menghasilkan tenaga profesional, mandiri, dan berdaya saing.
“Untuk itu, Kementan telah mencanangkan beberapa program untuk mengembangkan petani milenial. Di antaranya melalui pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP).Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan,” katanya.
Melalui program ini, kata Dedi, Kementan memperkenalkan pertanian modern kepada petani milenial guna meningkatkan produksi pertanian dan mampu mengelola pertanian dengan baik.
“Kami berharap melalui program ini petani milenial mampu meningkatkan produksi, distribusi dan pemasaran hasil pertanian.Dalam program tersebut, kita senantiasa bekerja sama dengan semua pihak terkait,” ujarnya.
Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah menyampaikan terima kasih kepada pelaksana sehingga bisa menyambut seluruh tamu dari mancanegara. “Dalam kesempatan ini kita bisa menyampaikan ide mengenai keberhasilan sektor pertanian Indonesia dalam melewati masa sulit,” katanya.
(dar)
Lihat Juga :