JCB 2021 Usung Aliansi Strategis Percepatan Pemanfaatan SDA dan Mitigasi Kebencanaan
Senin, 22 November 2021 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu dapat terjadi transfer knowledge yang sangat diperlukan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas nasional melalui sejumlah presentasi teknis yang dilakukan secara virtual di ruang virtual dan main stage di exhibition hall," tuturnya.
President IAFMI Taufik Aditiyawarman menambahkan, kebutuhan energi dalam negeri yang meningkat mendorong lajunya pemanfaatan sumber daya alam, yang harus dilakukan secara terarah, terkoordinasi dan terintegrasi untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
"Dalam era digitalisasi dan automatisasi ini, kolaborasi menjadi hal utama, dan para asosiasi profesi, HAGI, IAGI, IATMI, dan IAFMI, memegang peranan penting dalam mendorong terbentuknya aliansi-aliansi strategis dalam pemanfaatan seluruh sumber daya alam baik terbarukan ataupun non terbarukan," ujar Taufik.
Menurutnya, upaya ini sejalan dengan program Pemerintah dalam pemenuhan energi dan ketahanan nasional, yaitu target produksi 1 juta barrel oil per day (bopd) dan 12 MMscfd gas pada 2030.
"IAFMI berkomitmen untuk mendukung hal ini, dan sepakat bahwa akselerasi ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya kolaborasi dengan seluruh pelaku yang bergerak dalam mata rantai penyediaan energi," katanya.
Ketua IATMI John H Simamora menambahkan, untuk mencapai target 1 juta bopd dan 12 Bcfd gas pada 2030 diperlukan langkah konkret yang masif dan agresif berupa percepatan realisasi strategi alliance dengan pihak pihak terkait yang mempunyai kekuatan teknologi keuangan dalam melakukan pengambangan lapangan dan mature, marginal, dan idle field dengan konsep dan terobosan win win solution.
"IATMI mempunyai anggota sebanyak 13.000 total professional engineer yang tersebar di 14 negara, itu merupakan kekayaan SDM yang luar biasa yang bisa digerakkan di lapangan untuk mencapai target ambisius tersebut. Hanya saja dibutuhkan teknologi yang hebat dengan organisasi capability yang handal, simple, faster, better and agile dalam menghadapi dinamika lapangan," ungkap John.
Baca Juga: Menteri Erick Sebut Sumber Daya Alam bukan 'Vaksin' buat Gejolak Ekonomi
President IAFMI Taufik Aditiyawarman menambahkan, kebutuhan energi dalam negeri yang meningkat mendorong lajunya pemanfaatan sumber daya alam, yang harus dilakukan secara terarah, terkoordinasi dan terintegrasi untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
"Dalam era digitalisasi dan automatisasi ini, kolaborasi menjadi hal utama, dan para asosiasi profesi, HAGI, IAGI, IATMI, dan IAFMI, memegang peranan penting dalam mendorong terbentuknya aliansi-aliansi strategis dalam pemanfaatan seluruh sumber daya alam baik terbarukan ataupun non terbarukan," ujar Taufik.
Menurutnya, upaya ini sejalan dengan program Pemerintah dalam pemenuhan energi dan ketahanan nasional, yaitu target produksi 1 juta barrel oil per day (bopd) dan 12 MMscfd gas pada 2030.
"IAFMI berkomitmen untuk mendukung hal ini, dan sepakat bahwa akselerasi ini tidak bisa dilakukan tanpa adanya kolaborasi dengan seluruh pelaku yang bergerak dalam mata rantai penyediaan energi," katanya.
Ketua IATMI John H Simamora menambahkan, untuk mencapai target 1 juta bopd dan 12 Bcfd gas pada 2030 diperlukan langkah konkret yang masif dan agresif berupa percepatan realisasi strategi alliance dengan pihak pihak terkait yang mempunyai kekuatan teknologi keuangan dalam melakukan pengambangan lapangan dan mature, marginal, dan idle field dengan konsep dan terobosan win win solution.
"IATMI mempunyai anggota sebanyak 13.000 total professional engineer yang tersebar di 14 negara, itu merupakan kekayaan SDM yang luar biasa yang bisa digerakkan di lapangan untuk mencapai target ambisius tersebut. Hanya saja dibutuhkan teknologi yang hebat dengan organisasi capability yang handal, simple, faster, better and agile dalam menghadapi dinamika lapangan," ungkap John.
Baca Juga: Menteri Erick Sebut Sumber Daya Alam bukan 'Vaksin' buat Gejolak Ekonomi
Lihat Juga :