Rupiah Hari Ini Dibuka Merana, Yuan China Masih Perkasa

Rabu, 24 November 2021 - 11:00 WIB
loading...
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada pembukaan perdagangan, Rabu (24/11/2021). Foto/Dok SINDOnews/Adam Erlangga
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada pembukaan perdagangan, Rabu (24/11/2021). Menilik pasar spot Bloomberg hingga pukul 09:11 WIB, mata uang Garuda turun 19 poin atau -0,13% di level Rp14.276 per dolar AS.

Selain rupiah, sebagian besar mata uang negara Asia juga melemah terhadap dolar AS, ketika indeks dolar AS menguat 0,06% berada di level USD96,54. yen Jepang stagnan di 115,13, baht Thailand anjlok paling dalam sebesar -0,39% di 33.240, dan Peso Filipina tertekan -0,03% di 50,585.

Sementara mata uang Asia lainnya yang terpuruk terhadap dolar AS yaitu won Korea Selatan -0,06% di 1.189,82, ringgit Malaysia tertekan -0,27% di 4,2085. Dolar Singapura anjlok -0,14% di 1,3669, dan dolar Taiwan merosot -0,08% di 27.804. Sedangkan yang menguat yakni yuan China 0,01% di 6,3906 dan dolar Hong Kong 0,01% di 7,7933.

Baca juga: Saat Mata Uang Kripto Dipakai Donasi di Tengah Fatwa Haram MUI

Seperti diketahui, dolar AS masih berada di dekat level tertingginya terhadap sejumlah mata uang, menyusul kembali terpilihnya Gubernur Federal Reserve atau The Fed Jerome Powell untuk masa jabatan kedua. Hal ini memperkuat asumsi pada suku bunga AS yang lebih tinggi.

Biden menominasikan Powell untuk masa jabatan kedua selama empat tahun ke depan kedua pada hari Senin lalu, dan Lael Brainard yang dipromosikan menjadi wakil ketua Fed. Peran Powell dan Brainard masih harus mendapat persetujuan oleh Senat.

"Belum ada kemungkinan pergeseran ke 'hawkish' yang tiba-tiba karena isu pencalonan ini, tetapi masih dalam tahap kelanjutan dari kebijakan yang diterapkan saat ini. Sempat ada usulan pengurangan aset yang lebih cepat yang diajukan oleh pejabat Fed pekan lalu," kata Managing Partner SPI Asset Management Stephen Innes kepada Reuters, Selasa (23/11).

Baca juga: Mata Uang Turki Runtuh, Demonstran Tuntut Erdogan Mundur

Pasar mata uang sebagian besar didorong oleh persepsi di mana bank sentral global dimungkinkan bakal mengurangi stimulus untuk masa pandemi dan mulai menaikkan suku bunga.

"Nominasi Powell untuk masa jabatan kedua akan membuat pasar nyaman dengan harga pasar saat ini," kata analis di Westpac dalam sebuah catatan. "Setidaknya tiga pejabat Fed sekarang secara terbuka juga membahas percepatan tapering," lanjutnya.

Di samping itu, langkah-langkah pembatasan mobilitas di Eropa akibat lonjakan angka Covid-19 juga masih menjadi tantangan bagi pasar di masa mendatang.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Rekomendasi
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved