Nilai Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp980 Triliun di 2021
Rabu, 24 November 2021 - 12:34 WIB
loading...
Ekonomi digital Indonesia terus tumbuh didorong akselerasi adopsi teknologi oleh masyarakat akibat pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi digital saat ini tampil sebagai kekuatan baru dalam perekonomian nasional. Hal itu didorong pandemi Covid-19 yang mengakselerasi adopsi teknologi digital pada berbagai lini aktivitas masyarakat.
"Tahun 2020 yang lalu, nilai ekonomi digital kita menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan nilai sebesar USD47 miliar dan tahun ini diprediksi mencapai USD70 miliar (sekitar Rp980 triliun) dengan tingkat pertumbuhan sebesar 49%," ujarnya pada pembukaan Puncak Indonesia Digital Conference (IDC) 2021, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: Pacu Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga: Digitalisasi jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Airlangga menambahkan, peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ini didukung oleh total penduduk Indonesia yang merupakan terbesar keempat di dunia dengan sebagian besar berada dalam usia produktif. Selain itu, tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 76,8% dengan pengguna internet internet tahun ini sebesar 202,6 juta orang yang meningkat 11% dari tahun 2020 yang lalu.
Gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, IoT, blockchain, Artificial Intelligence (AI), dan cloud computing juga mendorong perkembangan ekosistem digital. Berbagai potensi tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas serta penciptaan inovasi dan inklusivitas dalam perekonomian.
"Tahun 2020 yang lalu, nilai ekonomi digital kita menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan nilai sebesar USD47 miliar dan tahun ini diprediksi mencapai USD70 miliar (sekitar Rp980 triliun) dengan tingkat pertumbuhan sebesar 49%," ujarnya pada pembukaan Puncak Indonesia Digital Conference (IDC) 2021, Rabu (24/11/2021).
Baca Juga: Pacu Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga: Digitalisasi jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Airlangga menambahkan, peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ini didukung oleh total penduduk Indonesia yang merupakan terbesar keempat di dunia dengan sebagian besar berada dalam usia produktif. Selain itu, tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 76,8% dengan pengguna internet internet tahun ini sebesar 202,6 juta orang yang meningkat 11% dari tahun 2020 yang lalu.
Gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, IoT, blockchain, Artificial Intelligence (AI), dan cloud computing juga mendorong perkembangan ekosistem digital. Berbagai potensi tersebut, kata dia, diharapkan dapat mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas serta penciptaan inovasi dan inklusivitas dalam perekonomian.
Lihat Juga :