21 Proyek Pembangkit EBT Digarap PLN, Pintu Kerja Sama Dibuka Lebar

Kamis, 25 November 2021 - 22:38 WIB
21 Proyek Pembangkit EBT Digarap PLN, Pintu Kerja Sama Dibuka Lebar
PT PLN (Persero) siap untuk mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 1,19 gigawatt (GW) pada tahun 2022. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) siap untuk mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 1,19 gigawatt (GW) pada tahun 2022. Direktur Mega Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, PLN akan mengembangkan beberapa proyek EBT pada tahun depan.

Baca Juga: Tersisa 2 Syarat, RI Bisa Punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di 2049

Proyek-proyek ini sudah tertuang dalam RUPTL 2021-2030. RUPTL Green ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menggenjot penggunaan energi bersih.

"Dalam RUPTL kami berkomitmen bahwa penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai carbon neutral pada 2060," ujar Wiluyo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).



Adapun 21 proyek EBT yang akan dikembangkan oleh PLN tahun depan antara lain, proyek PLTA/M yang tersebar di Sumatera, Sulawesi dan di Jawa. Kapasitas terpasang PLTA/M mencapai sebesar 490 MW, serta proyek PLTP dengan total kapasitas sebesar 195 MW.

"Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin bekerja sama mengembangkan pembangkit EBT," ungkap Wiluyo.

Selain itu, PLN juga akan mengembangkan PLTBio tersebar dengan kapasitas total hampir 20 MW. Tak hanya itu, PLN juga menggenjot penggunaan energi surya dengan PLTS di beberapa kepulauan, lokasi tersebar termasuk program konversi PLTD sebesar 500 MW dengan lokasi tersebar, serta pengembangan PLTB.

Sedangkan di tahun ini, akan ada tambahan kapasitas terpasang dari PLTM sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 MW. Sedangkan ada dua PLTA di Poso Peaker dan Malea di Sulawesi Selatan. Poso Peaker menambah kapasitas terpasang PLTA sebesar 130 MW dan PLTA Malea sebesar 90 MW.

"Kami juga membangun PLTBG yang sudah beroperasi pada tahun ini di Pasir Mandoge dan Arung Dalam dengan masing masing kapasitas 2 MW," papar Wiluyo.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1169 seconds (10.55#12.26)