Pertamina NRE Kejar Target 3,2 GW Kapasitas Terpasang di 2022
Jum'at, 26 November 2021 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Proyek PLTS internal Pertamina lainnya di tahun 2022, sambung dia, antara lain di Terminal BBM Tanjung Uban, Terminal BBM Pulau Sambu, dan Terminal LPG Tanjung Sekong yang potensi kapasitasnya mencapai 5 MWp serta 8 MWh battery energy storage system (BESS).
Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa, Pemilik 13 Brevet Penangkap Tangan Kanan Osama bin Laden
Sedangkan optimalisasi peluang eksternal Pertamina dilakukan antara lain melalui sinergi BUMN, sinergi dengan instansi pemerintah dan perguruan tinggi, commercial & industry (C&I), konsumen ritel, serta merger dan akuisisi.
Dicky menegaskan, pemanfaatan EBT yang masih sangat kecil serta dorongan yang besar untuk bertransisi ke energi ramah lingkungan menjadi peluang yang besar bagi Pertamina NRE untuk mengejar pertumbuhan.
"Total kapasitas terpasang 10 GW yang menjadi aspirasi Pertmaina tahun 2026 dikontribusikan dari gas to power sebesar 4 GW, EBT 5 GW di mana di dalamnya termasuk geothermal, serta 1 GW yang merupakan bisnis masa depan Pertamina NRE, seperti baterai dan kendaraan listrik, hidrogen, perdagangan karbon, serta kawasan industri hijau," paparnya.
Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa, Pemilik 13 Brevet Penangkap Tangan Kanan Osama bin Laden
Sedangkan optimalisasi peluang eksternal Pertamina dilakukan antara lain melalui sinergi BUMN, sinergi dengan instansi pemerintah dan perguruan tinggi, commercial & industry (C&I), konsumen ritel, serta merger dan akuisisi.
Dicky menegaskan, pemanfaatan EBT yang masih sangat kecil serta dorongan yang besar untuk bertransisi ke energi ramah lingkungan menjadi peluang yang besar bagi Pertamina NRE untuk mengejar pertumbuhan.
"Total kapasitas terpasang 10 GW yang menjadi aspirasi Pertmaina tahun 2026 dikontribusikan dari gas to power sebesar 4 GW, EBT 5 GW di mana di dalamnya termasuk geothermal, serta 1 GW yang merupakan bisnis masa depan Pertamina NRE, seperti baterai dan kendaraan listrik, hidrogen, perdagangan karbon, serta kawasan industri hijau," paparnya.
(fai)
Lihat Juga :