Tolak Rencana IBC Akuisisi Produsen Mobil Listrik Jerman, Ahok: Tidak Layak!
Jum'at, 26 November 2021 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15,6 Triliun
IBC merupakan perusahaan patungan empat BUMN yang terdiri atas Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).
Adapun komposisi saham masing-masing perusahaan dalam IBC sebesar 25%. Ahok menilai, Pertamina sebagai pemegang saham 25%, masih melihat hasil due diligence dari rencana akuisisi. Namun, dia berkomitmen menolak aksi korporasi tersebut.
Sebagai catatan juga, pabrik baterai sel (battery cell) kendaraan listrik mulai dibangun di Indonesia sejak akhir Juli 2021 dan akan mulai beroperasi dan berproduksi pada 2023 mendatang.
Pabrik battery cell tersebut merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan LG dengan IBC, di mana pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour.
IBC merupakan perusahaan patungan empat BUMN yang terdiri atas Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).
Adapun komposisi saham masing-masing perusahaan dalam IBC sebesar 25%. Ahok menilai, Pertamina sebagai pemegang saham 25%, masih melihat hasil due diligence dari rencana akuisisi. Namun, dia berkomitmen menolak aksi korporasi tersebut.
Sebagai catatan juga, pabrik baterai sel (battery cell) kendaraan listrik mulai dibangun di Indonesia sejak akhir Juli 2021 dan akan mulai beroperasi dan berproduksi pada 2023 mendatang.
Pabrik battery cell tersebut merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan LG dengan IBC, di mana pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 giga watt per hour.
(ind)
Lihat Juga :