Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun untuk Kartu Prakerja Tahun 2022
Rabu, 01 Desember 2021 - 12:45 WIB
loading...
Pekerja menunggu moda transportasi di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Kamis (9/9/2021). Hingga akhir September 2021, jumlah penerima Program Kartu Prakerja mencapai 12 juta orang. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan pada tahun 2022. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menyampaikan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program Kartu Prakerja sebesar Rp11 triliun atau 4,3% dari anggaran perlindungan sosial tahun 2022.
Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif strategis Pemerintah dan penanganan Covid-19 karena tidak hanya menjadi sarana transfer dana dari pemerintah ke masyarakat, tetapi menawarkan skill development yang dapat menjadi pondasi meraih kesempatan kerja yang lebih luas.
“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk menjembatani ini Pemerintah berupaya memberikan keterampilan bagi Angkatan kerja kita sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” ungkap Febrio dalam webinar “Diseminasi Hasil Studi Evaluasi Dampak Program Kartu Prakerja” di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Dinilai Sukses, Program Kartu Prakerja Berlanjut di 2022
Febrio melanjutkan, keterampilan yang diberikan dalam Program Kartu Prakerja harus memenuhi setidaknya satu dari skilling atau penambahan kemampuan, upskilling atau peningkatan kemampuan, dan reskilling atau penggantian kemampuan.
Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif strategis Pemerintah dan penanganan Covid-19 karena tidak hanya menjadi sarana transfer dana dari pemerintah ke masyarakat, tetapi menawarkan skill development yang dapat menjadi pondasi meraih kesempatan kerja yang lebih luas.
“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk menjembatani ini Pemerintah berupaya memberikan keterampilan bagi Angkatan kerja kita sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” ungkap Febrio dalam webinar “Diseminasi Hasil Studi Evaluasi Dampak Program Kartu Prakerja” di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Baca juga: Dinilai Sukses, Program Kartu Prakerja Berlanjut di 2022
Febrio melanjutkan, keterampilan yang diberikan dalam Program Kartu Prakerja harus memenuhi setidaknya satu dari skilling atau penambahan kemampuan, upskilling atau peningkatan kemampuan, dan reskilling atau penggantian kemampuan.
Lihat Juga :