Kebutuhan SDM Sektor Industri Tembus 682 Ribu Orang per Tahun
Rabu, 01 Desember 2021 - 22:05 WIB
loading...
Kemenperin mengaku tak mungkin bisa memenuhi kebutuhan SDM sektor industri sendirian. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) di sektor industri akan terus meningkat setiap tahunnya. Ia memproyeksikan kebutuhan SDM industri setiap tahunnya mencapai 682.000 orang.
Baca juga: Di Era Digital Menperin Agus Minta Birokrasi Tak Lagi Kaku
"Ada studi yang mengatakan bahwa kebutuhan SDM industri kita 682.000. Itu dalam kondisi normal," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Pekan Vokasi Industri di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Agus menjelaskan kebutuhan itu seiring meningkatnya kinerja sektor industri Indonesia. Untuk itu, salah satu pilar penting yang harus disediakan oleh pemerintah adalah SDM industri yang kompeten.
"Saya memprediksi, dengan target pertumbuhan industri sebesar 5% tahun depan, saya yakin kebutuhan SDM industri akan semakin meningkat. Oleh karena itu, kalau kita tidak siap, kita akan ketinggalan," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Agus, hal itu menimbulkan potensi defisit SDM industri, sehingga pemerintah berupaya segera mengakselerasi pemenuhan kebutuhan tersebut.
“Kemenperin tidak bisa berjalan sendiri, maka kami menjalin kerja sama yang melibatkan seluruh komponen, terutama sektor industri sendiri, dengan harapan dapat mencetak SDM unggul yang berdaya saing secara global,” tambahnya.
Baca juga: Di Era Digital Menperin Agus Minta Birokrasi Tak Lagi Kaku
"Ada studi yang mengatakan bahwa kebutuhan SDM industri kita 682.000. Itu dalam kondisi normal," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Pekan Vokasi Industri di Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Agus menjelaskan kebutuhan itu seiring meningkatnya kinerja sektor industri Indonesia. Untuk itu, salah satu pilar penting yang harus disediakan oleh pemerintah adalah SDM industri yang kompeten.
"Saya memprediksi, dengan target pertumbuhan industri sebesar 5% tahun depan, saya yakin kebutuhan SDM industri akan semakin meningkat. Oleh karena itu, kalau kita tidak siap, kita akan ketinggalan," ujarnya.
Di sisi lain, lanjut Agus, hal itu menimbulkan potensi defisit SDM industri, sehingga pemerintah berupaya segera mengakselerasi pemenuhan kebutuhan tersebut.
“Kemenperin tidak bisa berjalan sendiri, maka kami menjalin kerja sama yang melibatkan seluruh komponen, terutama sektor industri sendiri, dengan harapan dapat mencetak SDM unggul yang berdaya saing secara global,” tambahnya.
Lihat Juga :