Menko Airlangga Tekankan Peran Perguruan Tinggi dalam Tingkatkan Kemampuan Generasi Muda
Jum'at, 17 Desember 2021 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam 15 tahun ke depan, kata dia, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia di tahun 2030. Pemanfaatan talenta digital ini juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha dan menjadi peluang bagi generasi muda.
Pemerintah, kata Airlangga, berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan civitas akademika dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Pemerintah juga telah menerbitkan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan UMKM yang menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. Selain itu, dukungan juga diberikan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy.
Ketiga program ini menurutnya akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance. Terdapat pula program Kartu Prakerja untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing angkatan kerja serta mengembangkan kewirausahaan yang merupakan program pertama Pemerintah yang sepenuhnya digital.
Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM. Indonesia juga akan melakukan transformasi ekonomi melalui strategi "Making Indonesia 4.0" yang berfokus kepada 7 sektor prioritas yakni makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, dan alat kesehatan. Strategi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.
Melalui Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger", Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan. Presidensi ini, kata Airlangga, untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di dunia dan mengakselerasi pemulihan di sisi kesehatan dan ekonomi.
Pemerintah, kata Airlangga, berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan civitas akademika dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Pemerintah juga telah menerbitkan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan UMKM yang menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. Selain itu, dukungan juga diberikan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy.
Ketiga program ini menurutnya akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance. Terdapat pula program Kartu Prakerja untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing angkatan kerja serta mengembangkan kewirausahaan yang merupakan program pertama Pemerintah yang sepenuhnya digital.
Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM. Indonesia juga akan melakukan transformasi ekonomi melalui strategi "Making Indonesia 4.0" yang berfokus kepada 7 sektor prioritas yakni makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, dan alat kesehatan. Strategi ini diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.
Melalui Presidensi G20 Indonesia yang mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger", Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan. Presidensi ini, kata Airlangga, untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang di dunia dan mengakselerasi pemulihan di sisi kesehatan dan ekonomi.
Lihat Juga :