Kinerja Terjaga, PGN Bukukan Laba Rp4,6 Triliun di Kuartal III
Minggu, 19 Desember 2021 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, hal tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya masih sangat baik. "Rasio Debt Service (EBITDA/ (Beban Bunga + Pokok Pinjaman)) PGN sebesar 2,69 kali, memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjaman masih mencukupi," tuturnya.
Adapun tingkat leverage PGN yang dicerminkan oleh rasio Debt-to-Equity (DER) per kuartal III/2021 adalah 0,89 kali. Nilai ini masih di bawah batas financial covenant (maksimal 2,33 kali) yang disyaratkan oleh lender PGN.
Hal ini menunjukan bahwa PGN masih dalam kondisi leverage yang baik, performance keuangan yang sehat sehingga jauh dari potensi rugi serta cukup terbuka ruang pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan.
Demikian halnya dengan saldo kas PGN per 30 September 2021 sebesar USD1,4 milliar dapat diproyeksikan masih dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang.
Baca juga: Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Dengan kinerja yang baik dan kendali PGN yang berada satu tingkat dibawah Pertamina, hal ini tidak mempengaruhi kemampuan PGN dalam memenuhi kewajiban utang-utangnya, dan tidak akan mempengaruhi posisi keuangan Pertamina lebih lanjut.
Adapun tingkat leverage PGN yang dicerminkan oleh rasio Debt-to-Equity (DER) per kuartal III/2021 adalah 0,89 kali. Nilai ini masih di bawah batas financial covenant (maksimal 2,33 kali) yang disyaratkan oleh lender PGN.
Hal ini menunjukan bahwa PGN masih dalam kondisi leverage yang baik, performance keuangan yang sehat sehingga jauh dari potensi rugi serta cukup terbuka ruang pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan.
Demikian halnya dengan saldo kas PGN per 30 September 2021 sebesar USD1,4 milliar dapat diproyeksikan masih dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang.
Baca juga: Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Dengan kinerja yang baik dan kendali PGN yang berada satu tingkat dibawah Pertamina, hal ini tidak mempengaruhi kemampuan PGN dalam memenuhi kewajiban utang-utangnya, dan tidak akan mempengaruhi posisi keuangan Pertamina lebih lanjut.
Lihat Juga :