Harga Minyak Dijepit Pasokan Berlimpah dan Ancaman Omicron
Senin, 20 Desember 2021 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Langkah tersebut merupakan upaya Libya untuk menyesuaikan dengan target kuota produksi yang ditetapkan oleh OPEC, yaitu meningkatkan produksi menjadi 1,4 juta barel per hari pada pertengahan 2022. Oun juga menambahkan jika output minyak Libya saat ini telah mencapai 1,25 juta hingga 1,3 juta bph, maka rencana mencapai 2,1 juta bph dalam 2 atau 3 tahun mendatang masih menunggu hasil pemilihan presiden baru yang akan dilakukan pada 24 Desember nanti.
Sementara itu, aksi penguncian dan pembatasan baru terlihat di sejumlah negara Eropa dan AS seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 menjelang berlangsungnya musim dingin. Belanda menerapkan kembali penguncian pada hari Minggu dan kemungkinan akan memberlakukan lebih banyak pembatasan saat liburan Natal dan Tahun Baru.
Baca juga: Harga Cabai Lagi Turun Nih, Ayo Borong Bunda!
Jerman dan Perancis membatasi perjalanan masuk ke negara tersebut. Inggris mempertimbangkan untuk melakukan penguncian selama dua minggu. Di AS, penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mendesak penggunaan masker di tempat umum.
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di Rp1.015.000-Rp1.035.000 per barel serta kisaran support di Rp980.000-Rp960.000 per barel," jelas Girta.
Sementara itu, aksi penguncian dan pembatasan baru terlihat di sejumlah negara Eropa dan AS seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 menjelang berlangsungnya musim dingin. Belanda menerapkan kembali penguncian pada hari Minggu dan kemungkinan akan memberlakukan lebih banyak pembatasan saat liburan Natal dan Tahun Baru.
Baca juga: Harga Cabai Lagi Turun Nih, Ayo Borong Bunda!
Jerman dan Perancis membatasi perjalanan masuk ke negara tersebut. Inggris mempertimbangkan untuk melakukan penguncian selama dua minggu. Di AS, penasihat medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mendesak penggunaan masker di tempat umum.
"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran resistance di Rp1.015.000-Rp1.035.000 per barel serta kisaran support di Rp980.000-Rp960.000 per barel," jelas Girta.
(uka)
Lihat Juga :