PLN UIW Sulselrabar Siagakan 2.179 Personel saat Nataru
Selasa, 21 Desember 2021 - 16:18 WIB
loading...
General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid (dua dari kiri) saat konferensi pers di kantornya, Selasa (21/12). Foto: SINDOnews/Andi Nur Isman
A
A
A
MAKASSAR - Beban puncak listrik saat momentum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) menjadi perhatian. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar telah mempersiapkan keandalan pasokan listriknya.
Berdasarkan kondisi sistem di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), PLN UIW Sulselrabar memberi atensi pada tiga hari krusial. Di antaranya momentum Natal pada 25 Desember, malam pergantian tahun pada 31 Desember, serta pascapergantian tahun pada 1 Januari.
Baca juga:PLN dan Pemkab Wakatobi Sinergi Dukung Pengembangan Kawasan
General Manager PLN UIW Sulselrabar , Awaluddin Hafid menyampaikan, pada 25 Desember, daya mampu pasok berada di angka 1.831,3 MW. Kemudian beban puncaknya diprediksi berada di angka 1.280,6 MW. Masih ada cadangan sebesar 30,10 persen.
Sedangkan malam pergantian tahun pada 31 Desember daya mampu pasoknya turun menjadi sebesar 1.768,3 MW. Sementara beban puncaknya naik sebesar 1.301,0 MW. Namun masih tetap ada cadangan sebesar 26,42 persen.
Selanjutnya pascapergantian tahun pada 1 Januari, daya mampu pasok masih tetap sama sebesar 1.768,3 MW. Akan tetapi beban puncaknya diprediksi menurun menjadi sebesar 1.250,0 MW. Cadangannya ada sebesar 29,31 MW.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Bantu Alat Pengolahan Kopi dan Saus di Jeneponto
“Secara prinsip PLN secara rutin selalu melakukan pengaman pasokan listrik melalui pemeliharaan pembangkit, sistem transmisi, distribusi, termasuk tegangan-tegangan rendah kita, maupun sambungan ke rumah,” ujar dia pada konfrensi pers, di Kantor PLN UIW Sulselrabar , Selasa (21/12/2021).
Awaluddin juga mengaku telah menyiapkan cadangan pasokan pada momentum Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini ada 80 posko Nataru beserta 2.179 personel disiagakan mulai dari 18 Desember 2021 sampai 8 Januari 2022 di wilayah Sulbagsel.
Selain itu, Awaluddin mengurai bakal menyiagakan 42 Unit Gardu Bergerak (UGB), 29 Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 119 unit genset sebagai cadangan apabila terjadi gangguan listrik.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Beri Bantuan Bibit Mangrove Senilai Rp50 Juta
PLN juga sudah melakukan pemeliharaan preventif pada instalasi pembangkit Isolated dan jaringan distribusi. Sebab selama masa siaga pemeliharan ditiadakan untuk sementara di lokasi-lokasi perayaan yang menjadi titik konsentrasi.
“Dari monitoring kami dengan pemerintah daerah, kami mengidentifikasi ada 86 titik yang mendapatkan prioritas pengamanan pasokan karena ada perayaan Natal maupun tahun baru di tiga provinsi,” sebutnya.
Senior Manager Distribusi PLN UIW Sulselrabar , Muhammad Taqwa mengatakan, di tiga provinsi yang menjadi konsenteasi sudah disapkan pengaturan beban. Ada lokasi yang disiapkan khusus untuk mengatur pembebanan pembangkit.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Bakal Salurkan Donasi VCRR Sebesar Rp349 Juta
“Beban terendah nanti itu pada 1 Januari 2022 karena banyak yang tidak beraktivitas, seperti perkantoran. Pada saat itu ada beberapa pembangkit yang harus kita shutdown,” bebernya.
PLN UIW Sulselrabar juga telah menyiapkan call center bagi masyarakat yang mempunyai keluhan selama masa momentum Nataru ini. “Nanti call center yang akan menghubungkan ke petugas yang akan siaga,” sambungnya.
Berdasarkan kondisi sistem di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), PLN UIW Sulselrabar memberi atensi pada tiga hari krusial. Di antaranya momentum Natal pada 25 Desember, malam pergantian tahun pada 31 Desember, serta pascapergantian tahun pada 1 Januari.
Baca juga:PLN dan Pemkab Wakatobi Sinergi Dukung Pengembangan Kawasan
General Manager PLN UIW Sulselrabar , Awaluddin Hafid menyampaikan, pada 25 Desember, daya mampu pasok berada di angka 1.831,3 MW. Kemudian beban puncaknya diprediksi berada di angka 1.280,6 MW. Masih ada cadangan sebesar 30,10 persen.
Sedangkan malam pergantian tahun pada 31 Desember daya mampu pasoknya turun menjadi sebesar 1.768,3 MW. Sementara beban puncaknya naik sebesar 1.301,0 MW. Namun masih tetap ada cadangan sebesar 26,42 persen.
Selanjutnya pascapergantian tahun pada 1 Januari, daya mampu pasok masih tetap sama sebesar 1.768,3 MW. Akan tetapi beban puncaknya diprediksi menurun menjadi sebesar 1.250,0 MW. Cadangannya ada sebesar 29,31 MW.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Bantu Alat Pengolahan Kopi dan Saus di Jeneponto
“Secara prinsip PLN secara rutin selalu melakukan pengaman pasokan listrik melalui pemeliharaan pembangkit, sistem transmisi, distribusi, termasuk tegangan-tegangan rendah kita, maupun sambungan ke rumah,” ujar dia pada konfrensi pers, di Kantor PLN UIW Sulselrabar , Selasa (21/12/2021).
Awaluddin juga mengaku telah menyiapkan cadangan pasokan pada momentum Nataru seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini ada 80 posko Nataru beserta 2.179 personel disiagakan mulai dari 18 Desember 2021 sampai 8 Januari 2022 di wilayah Sulbagsel.
Selain itu, Awaluddin mengurai bakal menyiagakan 42 Unit Gardu Bergerak (UGB), 29 Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 119 unit genset sebagai cadangan apabila terjadi gangguan listrik.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Beri Bantuan Bibit Mangrove Senilai Rp50 Juta
PLN juga sudah melakukan pemeliharaan preventif pada instalasi pembangkit Isolated dan jaringan distribusi. Sebab selama masa siaga pemeliharan ditiadakan untuk sementara di lokasi-lokasi perayaan yang menjadi titik konsentrasi.
“Dari monitoring kami dengan pemerintah daerah, kami mengidentifikasi ada 86 titik yang mendapatkan prioritas pengamanan pasokan karena ada perayaan Natal maupun tahun baru di tiga provinsi,” sebutnya.
Senior Manager Distribusi PLN UIW Sulselrabar , Muhammad Taqwa mengatakan, di tiga provinsi yang menjadi konsenteasi sudah disapkan pengaturan beban. Ada lokasi yang disiapkan khusus untuk mengatur pembebanan pembangkit.
Baca juga:PLN UIW Sulselrabar Bakal Salurkan Donasi VCRR Sebesar Rp349 Juta
“Beban terendah nanti itu pada 1 Januari 2022 karena banyak yang tidak beraktivitas, seperti perkantoran. Pada saat itu ada beberapa pembangkit yang harus kita shutdown,” bebernya.
PLN UIW Sulselrabar juga telah menyiapkan call center bagi masyarakat yang mempunyai keluhan selama masa momentum Nataru ini. “Nanti call center yang akan menghubungkan ke petugas yang akan siaga,” sambungnya.
(luq)
Lihat Juga :