Gampang Kasih Utang, Pinjol Klaim Lebih Unggul dari Perbankan

Rabu, 22 Desember 2021 - 14:36 WIB
loading...
Gampang Kasih Utang,...
Fintech lending atau pinjaman online mengaku memiliki kelebihan dibanding perbankan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pelaku fintech P2P lending alias pinjaman online ( pinjol ) optimistis menatap 2022 karena memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas dan kecepatan penyaluran pinjaman. Keunggulan itu memperkuat posisinya terhadap perbankan yang dikenal dengan prinsip kehati-hatian.

"Segmen andalan fintech pendanaan bersama adalah usaha kecil yang unbankable. Kami beda dengan bank. Penilaian kami dari analisis cash flownya. Cukup dengan profit dua tahun maka disetujui. Karena kami melihat tren pertumbuhan bisnis calon peminjam," ujar Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah dalam live IDX Channel di Jakarta (22/12/2021).

Baca juga: Melesat, Pendanaan Pinjol Diprediksi Capai Rp220 Triliun di 2022

Dia mengatakan ciri khas fintech P2P lending adalah pinjaman jangka pendek dengan tenor maksimal enam bulan. Kemudian untuk bunga 1,4% per hari, tergantung tingkat risikonya.

"Bunga variatif tergantung lender apakah individu atau institusi tapi kisarannya 14-20% per bulan," ujarnya.



Dirinya optimistis platform P2P lending akan memperkuat untuk jadi penyedia akses pinjaman ke borrower UMKM di berbagai ekosistem digital. Walaupun pinjaman yang diberikan untuk konsumtif tapi dalam survei yang dilakukan sekitar 30-50% penggunaannya untuk mendukung kegiatan produktif seperti usaha mikro.

"Semoga pandemi sudah mereda tahun depan, sehingga UMKM bisa membangkitkan lagi usahanya lewat pinjaman produktif. Kalau mereka kesulitan mengakses kredit modal kerja langsung dari bank, pasti akan larinya ke fintech melalui pinjaman multiguna," katanya.

Baca juga: Yenny Wahid Sebut 2 Kandidat Ketum PBNU Punya Kedekatan dengan Gus Dur

Dia menjelaskan usia muda mayoritas pengguna fintech di rentang 19-34 tahun. Mereka jadi segmen pengguna utama yang butuh dana emergensi untuk dana usahanya. Segmen tersebut menyukai pinjaman tunai dan juga pay later di e-commerce. Lalu ada installment untuk pembelian di e-commerce.

"UMKM sekarang itu bukan hanya warung makan atau toko kelontong, tapi juga penjual online, kurir jasa logistik, sampai pekerja kreatif," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
MotionBank Aplikasi...
MotionBank Aplikasi Perbankan Digital Bikin Transaksi Lebih Praktis
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Jangan Sampai Salah!...
Jangan Sampai Salah! Ini Hukum Kurban Pakai Pinjol dan Paylater!
Rekomendasi
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Berita Terkini
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved