Sisakan Satu, Erick Hapus Direktur Utama di 13 PTPN Imbas Utang Besar

Selasa, 09 Juni 2020 - 18:42 WIB
loading...
Sisakan Satu, Erick...
Kondisi berat dalam tubuh holding Perkebunan Nusantara atau PTPN dengan total utang mencapai Rp48 triliun telah memaksa Menteri BUMN Erick Thohir melakukan perombakan besar-besaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kondisi berat dalam tubuh holding Perkebunan Nusantara atau PTPN dengan total utang mencapai Rp48 triliun telah memaksa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan perombakan besar-besaran. Dalam perombakan itu, dia menghapus banyak jabatan direktur, termasuk semua direktur utama di 14 PTPN dan hanya menyisakan satu direksi.

Sedangkan PTPN III yang merupakan induk holding masih memiliki direksi lengkap. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Menteri Erick membeberkan alasannya menghapus banyak jabatan direktur di PTPN. Diterangkan olehnya holding PTPN dalam kondisi berat karena memiliki utang sangat besar.

"Kemarin banyak sekali dimana kita lakukan efisiensi besar-besaran kemarin banyak sekali jumlah direksi harus kita pangkas di PTPN. Jumlah direksi dipangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direktur," ujar Menteri Erick dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (6/9/2020),

Dia melanjutkan, kondisi berat PTPN terlihat dari besaran utang perseroan hingga Rp48 triliun. Namun demikian, Erick sudah menyiapkan program detail untuk keberlanjutan PTPN. Apalagi perseroan mendapat dana talangan sebesar Rp4 triliun.

"Karena itu kita tidak ingin mengorbankan program intiplasma dan tentu perkebunan yang sarat padat karya, apalagi sekarang bahan pokok didistribusikan seperti gula itu mencapai 800 ribu," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Perusahaan Diduga...
10 Perusahaan Diduga Manipulasi Nilai Ekspor Sawit, Gapki Buka Suara
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Picu Kepanikan Petani Sawit, Harga TBS Turun Drastis
Danantara Sumberdaya...
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN Khusus Ekspor
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Rekomendasi
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved