Implementasi ESG Terintegrasi, Pertamina Borong 23 PROPER Emas 2021
Selasa, 28 Desember 2021 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Dalam acara tersebut, Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menyampaikan selama 24 tahun proper berkembang menjadi platform bagi dunia usaha dalam melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Secara khusus, Wapres menyambut baik kriteria sensitivitas dan daya tanggap terhadap kebencanaan sebagai respons terhadap pandemi Covid 19, sebagai kriteria-kriteria baru di aspek pemberdayaan masyarakat sejak 2020. Wapres juga mengharapkan peran aktif kalangan dunia usaha dalam mengatasi perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan salah satunya agar pelaku industri turut berpartisipasi dalam bencana.
“Target Indonesia 2030 untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim, karena Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, serta tetap berkomitmen untuk mendukung target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060,”ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina menyambut positif kegiatan Proper yang diselenggarakan KLHK. Dengan adanya Proper tersebut, maka penilaian kinerja pengelolaan lingkungan oleh Pertamina lebih terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, proper ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mengimplementasikan ESG (Environmental, Social & Governance) secara teritegrasi dari hulu ke hilir untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan. Peningkatan raihan Proper Emas Pertamina di pada 2021 menunjukkan kesungguhan Pertamina menerapkan ESG di seluruh lini bisnis.
Pertamina telah berhasil meningkatkan ESG Risk Rating sebesar 28,1 dan dinilai berada pada risiko Medium. Dengan posisi ini, Pertamina menempati posisi 15 dari 252 perusahaan di industri Oil & Gas dan posisi 8 di sub industri integrated Oil & Gas. Pertamina berada di cluster yang sama (Medium Risk) dengan perusahaan global seperti Repsol, ENI, PTT Thailand dan TotalEnergies. Posisi ini pun tercatat lebih baik dari BP, Exxon dan Chevron.
“Pertamina akan terus konsisten menjalankan aspek ESG ke dalam strategi bisnis perusahaan dengan terus memperhatikan kinerja Proper sesuai dengan aturan yang ditetapkan KLHK,” imbuh Nicke.
“Target Indonesia 2030 untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim, karena Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, serta tetap berkomitmen untuk mendukung target Indonesia mencapai net zero emission pada 2060,”ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan Pertamina menyambut positif kegiatan Proper yang diselenggarakan KLHK. Dengan adanya Proper tersebut, maka penilaian kinerja pengelolaan lingkungan oleh Pertamina lebih terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, proper ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mengimplementasikan ESG (Environmental, Social & Governance) secara teritegrasi dari hulu ke hilir untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan. Peningkatan raihan Proper Emas Pertamina di pada 2021 menunjukkan kesungguhan Pertamina menerapkan ESG di seluruh lini bisnis.
Pertamina telah berhasil meningkatkan ESG Risk Rating sebesar 28,1 dan dinilai berada pada risiko Medium. Dengan posisi ini, Pertamina menempati posisi 15 dari 252 perusahaan di industri Oil & Gas dan posisi 8 di sub industri integrated Oil & Gas. Pertamina berada di cluster yang sama (Medium Risk) dengan perusahaan global seperti Repsol, ENI, PTT Thailand dan TotalEnergies. Posisi ini pun tercatat lebih baik dari BP, Exxon dan Chevron.
“Pertamina akan terus konsisten menjalankan aspek ESG ke dalam strategi bisnis perusahaan dengan terus memperhatikan kinerja Proper sesuai dengan aturan yang ditetapkan KLHK,” imbuh Nicke.
Lihat Juga :