Model Iklan Mata Sipit Bersuara: Apakah Saya Menghina China pada Hari Saat Dilahirkan?

Rabu, 05 Januari 2022 - 05:36 WIB
loading...
Model Iklan Mata Sipit...
Model asal China, Cai Niangniang dalam postingan media sosial menanggapi dengan berapi-api, usai iklan mata sipit yang Ia bintangi mendapatkan kecaman. Foto-foto lama yang dirinya menjadi viral. Foto/Dok
A A A
BEIJING - Model asal China , Cai Niangniang dalam postingan media sosial menanggapi dengan berapi-api, usai iklan yang Ia bintangi mendapatkan kecaman. Foto-foto lama yang dirinya menjadi viral karena semua alasan yang salah.

Netizen China mengeluhkan, brand makanan ringan lokal Three Squirrels yang menampilkan iklan produk mie di akun microblogging Weibo. Produk ini menampilkan model China dengan mata yang menurut mereka tampak sipit. Para kritikus menuduh perusahaan telah menyebarluaskan stereotip Barat.

Baca Juga: Iklan Mata Sipit Perusahaan Makanan Diprotes Netizen China

Kecaman itu direspons juga dengan keras olah sang model. "Apakah saya tidak pantas menjadi orang Cina hanya karena saya memiliki mata kecil?", tulis Cai Niangniang.

Selama beberapa hari, Ia mendapatan serangan kritik secara online dengan beragam tudingan. Mulai dari dianggap 'sengaja menyinggung' dan 'tidak patriotik' terkait serangkaian iklan yang Ia perankan untuk brand makanan ringan, Three Squirrels.

Model Iklan Mata Sipit Bersuara: Apakah Saya Menghina China pada Hari Saat Dilahirkan?


Apakah menjadi sebuah kejahatan? mempunyai mata sipit. Beberapa pengguna media sosial sangat marah sehingga perusahaan akhirnya menghapus iklan secara online, dan meminta maaf karena membuat orang "merasa tidak nyaman" atas iklan yang ditayangkan.

Tetapi Cai mengatakan, bahwa dia tidak tahu apa dasarnya sehingga apa yang telah dia lakukan mendapatkan intimidasi secara cyber. Ia mengungkapkan, "hanya melakukan pekerjaan saya" sebagai model.

"Penampilan saya diberikan kepada saya oleh orang tua saya," tulis wanita berusia 28 tahun itu di platform weibo yang mirip Twitter.

"Apakah saya menghina China pada hari saya dilahirkan hanya karena penampilan saya?"

Penolakan Pluralisme Estetika

Desakan di antara beberapa orang China soal definisi kecantikan secara tertentu, sangat kontras dengan perdebatan global saat ini mengenai keragaman dan dorongan untuk representasi yang lebih luas dari wajah-wajah Asia di media.

Pengamat mengatakan, bahwa meskipun dapat dimengerti bahwa beberapa konsumen akan tersinggung atas iklan tertentu, protes dinilai terlalu sederhana karena menolak gagasan bahwa sebenarnya ada banyak cara berbeda untuk terlihat China.

"Menolak 'mata sipit' adalah fenomena yang sangat berbahaya, karena itu adalah penolakan pluralisme estetika," kata Dr Luwei Rose Luqiu dari Hong Kong Baptist University.

"Ini adalah keindahan yang mencekik yang tidak memenuhi standar tertentu."

Baca Juga: Gara-gara Iklan Mata Sipit, Masyarakat China Ngamuk ke Mercedes

Para ahli juga menunjukkan bahwa standar kecantikan tradisional di China sebenarnya menyukai mata yang sipit. Misalnya, lukisan dari apa yang secara luas dianggap sebagai zaman keemasan China untuk seni dan budaya, periode Dinasti Tang dari 618 hingga 907 Masehi, secara mencolok menampilkan wanita dengan mata panjang dan sempit.

"Meskipun ada beberapa variasi di berbagai dinasti, mata yang lebih sipit lebih disukai di China kuno," kata Dr Jaehee Jung, seorang ahli perilaku konsumen di University of Delaware.

Model Iklan Mata Sipit Bersuara: Apakah Saya Menghina China pada Hari Saat Dilahirkan?


Preferensi saat ini untuk mata bulat besar, ironisnya, mungkin merupakan fenomena baru-baru ini yang dipengaruhi oleh Barat. Beberapa ahli percaya pergeseran terbaru dalam standar kecantikan dimulai sekitar akhir 1970-an, berkat paparan iklan dan hiburan asing ketika China membuka pintunya ke dunia.

"Wanita di China kontemporer tampaknya mendukung banyak standar Barat untuk cita-cita kecantikan wanita yang meresap dalam gambar yang ditampilan media," kata Dr Jung.

Hari-hari ini, mata bulat besar sangat digemari sehingga tidak jarang bagi wanita muda China memakai makeup atau bahkan menjalani prosedur operasi kosmetik untuk membuat mata mereka tampak lebih besar, seperti menciptakan lipatan "kelopak mata ganda".

Tetapi bagi Cai, model yang berada di tengah kontroversi berharap bahwa orang bisa "lebih baik" menerima perbedaan. Dia mengatakan dalam posting Weibo-nya bahwa tidak perlu menyerangnya bahkan jika mereka tidak menghargai penampilan dirinya secara khusus.

"Mata saya seperti ini, sebenarnya mereka bahkan lebih kecil dalam kehidupan nyata (daripada di iklan). Setiap orang memiliki pesonanya sendiri!" ucap Cai.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved