Serbuan Impor Meningkat, Produsen Baja Minta Pemerintah Perketat Aturan
Kamis, 20 Januari 2022 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan impor tertinggi terjadi pada produk baja Cold Rolled Coil (CRC) sebesar 70% atau 1,5 juta ton dari sebelumnya 881 ribu ton di tahun 2020. Sedangkan impor produk lainnya seperti Hot Rolled Coil (HRC) naik sebesar 16%, serta produk baja hilir Coated Sheet (produk baja lapis) mencapai 18%.
Baca Juga: Letusan Gunung Berapi Bawah Laut Tonga Picu Gelombang Aneh di Lautan
Terkait dengan perkembangan tersebut, menurut Melati, produsen baja nasional berharap pemerintah memperketat izin impor untuk produk-produk baja yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri.
"Bila tidak segera dilakukan pengendalian kuota impor, maka dikhawatirkan peningkatan impor akan terus berlangsung sampai di 2022 dan ini akan berakibat pada terganggunya investasi yang sudah dilakukan di industri baja Indonesia," ungkap dia.
Menurut Melati, pelaku industri butuh perlindungan yang dapat mendorong kesempatan bersaing yang adil dan melindungi investor industri baja melalui terciptanya iklim perdagangan yang lebih sehat sehingga industri nasional berkembang.
Baca Juga: Letusan Gunung Berapi Bawah Laut Tonga Picu Gelombang Aneh di Lautan
Terkait dengan perkembangan tersebut, menurut Melati, produsen baja nasional berharap pemerintah memperketat izin impor untuk produk-produk baja yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri.
"Bila tidak segera dilakukan pengendalian kuota impor, maka dikhawatirkan peningkatan impor akan terus berlangsung sampai di 2022 dan ini akan berakibat pada terganggunya investasi yang sudah dilakukan di industri baja Indonesia," ungkap dia.
Menurut Melati, pelaku industri butuh perlindungan yang dapat mendorong kesempatan bersaing yang adil dan melindungi investor industri baja melalui terciptanya iklim perdagangan yang lebih sehat sehingga industri nasional berkembang.
(fai)
Lihat Juga :