Mengenal Rare Earth, Harta Karun Super Langka di Lumpur Lapindo yang Diburu Dunia

Sabtu, 22 Januari 2022 - 07:49 WIB
loading...
Mengenal Rare Earth,...
Pusat semburan dan wilayah luberan lumpur panas Lapindo Porong, Sidoarjo. FOTO/ANTARA/Erick Ireng
A A A
JAKARTA - Mengenal rare earth atau logam tanah jarang sebagai harta karun super langka yang ada di lumpur Lapindo. Rare Earth sering disebut juga dengan istilah logam tanah jarang.

Rare earth memang tidak mudah ditemukan di permukaan bumi. Ia berada di dalam bumi dan proses untuk mengolah logam-logam tersebut cukup rumit. Sebab itu, orang banyak menyebut tanah jarang.

Sebaran logam tanah jarang tidak merata. Dengan kata lain, hanya sedikit wilayah di dunia yang memiliki logam tanah jarang di lokasi yang berkelompok.

Dikutip dari Pusat Sumber Daya Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), logam tanah jarang sudah ditemukan sejak abad ke-18. Sejak saat itu, para peneliti berlomba-lomba menemukan jenis unsur logam yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Harta Karun Super Langka Ada di Lumpur Lapindo, Kini Diburu Dunia

Di dalam tanah jarang, menyimpan unsur yang sangat langka atau keterdapatannya sangat sedikit dan umumnya berupa senyawa kompleks fosfat dan karbonat. Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan material, unsur tanah jarang semakin dibutuhkan, dan umumnya pada industri teknologi tinggi.

Di Indonesia mineral mengandung unsur tanah jarang terdapat sebagai mineral ikutan pada komoditas utama terutama emas dan timah aluvial yang mempunyai peluang untuk diusahakan sebagai produk sampingan yang dapat memberikan nilai tambah dari seluruh potensi bahan galian. Potensi endapan emas aluvial tersebut relatif melimpah dapat dijumpai tersebar di sebagian pulau-pulau besar di Indonesia.

Sedangkan pada Jalur Timah Asia Tenggara yang mengandung sebagian besar sumber daya timah dunia melewati wilayah Indonesia mulai dari Kepulauan Karimun, Singkep sampai Bangka dan Belitung merupakan potensi strategis yang dapat memberikan kontribusi besar kepada pembangunan nasional.

Penggunaan logam tanah jarang sangat luas dan erat kaitannya dengan produk industri teknologi tinggi, seperti industri komputer, telekomunikasi, nuklir, dan ruang angkasa. Di masa mendatang diperkirakan penggunaan tanah jarang akan meluas, terutama unsur tanah jarang tunggal, seperti neodymium, samarium, europium, gadolinium, dan yttrium.

Baca Juga: Lumpuhkan Produksi F-35 AS, China Pertimbangkan 'Opsi Nuklir' Rare Earth

Potensi besar yang dapat dihasilkan dari komoditas unsur/logam tanah jarang khususnya dalam jangka panjang, di mana teknologi terus berkembang pesat, memerlukan ketersediaan bahan tersebut. Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan berbagai pertimbangan yang tidak semata soal keekonomian.

Peluang jangka panjang dan untuk pemenuhan bahan industri teknologi tinggi seperti baterai kendaraan listrik akan dikembangkan di Indonesia, maka produk sampingan berupa mineral-mineral yang mengandung logam/unsur tanah jarang tersebut dapat dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan industri baterai listrik nasional.

Apa Saja Manfaat Rare Earth?

Teknologi
Rare earth memiliki berbagai manfaat dalam dunia teknologi. Logam tanah jarang sering dimanfaatkan sebagai penyempurna produk teknologi. Dalam hal ini, gadget yang sekarang ini kita miliki pun juga membutuhkan logam tanah jarang sebagai lapisan di bagian layarnya.

Selain itu, logam tanah jarang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan neomagnet. Jenis magnet yang satu ini memiliki kekuatan yang lebih besar dariapda jenis magnet yang kita ketahui pada umumnya. Dengan begitu, ada peluang untuk mengembangkan produk dinamo dan juga speaker yang lebih berkualitas dengan adanya neomagnet ini.

Otomotif
Tak hanya itu, di dunia otomotif juga mulai dikembangkan mobil hybrid yang dipicu dengan tenaga listrik. Tenaga yang digunakan untuk menggerakkan jenis mobil tersebut tentunya juga membutuhkan rare earth dalam jumlah yang tidak sedikit untuk membuat baterai. Material logam tanah jarang juga sangat penting dalam industri logam, karena dianggap mampu menambah kekuatan dan ketahanan.

Militer
Di dunia militer, peralatan yang digunakan untuk berperang memerlukan logam tanah jarang. Berbagai alutsista seperti rudal, satelit, laser, dan berbagai peralatan militer lainnya memerlukan rare earth sebagai komponennya. Peralatan militer yang berupa logam berat juga terkadang diberi campuran logam jenis ini agar semakin kuat.

Sebenarnya masih banyak sekali pemanfaatan logam tanah jarang di berbagai kegiatan industri dunia. Hal inilah yang menyebabkan logam tanah jarang menjadi salah satu objek bisnis dengan prospek yang sangat besar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Insentif Daerah dan...
Insentif Daerah dan Relaksasi Regulasi Momentum Percepatan Swasta Investasi SPKLU
Siap-siap! Insentif...
Siap-siap! Insentif Kendaraan Listrik Bakal Terbit Dua Minggu Lagi
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Rekomendasi
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved