Harta Karun Super Langka Ada di Lumpur Lapindo, Kini Diburu Dunia
Jum'at, 21 Januari 2022 - 16:47 WIB
loading...
Pusat semburan dan wilayah luberan lumpur panas Lapindo Porong, Sidoarjo. FOTO/ANTARA/Erick Ireng
A
A
A
JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkap fakta bahwa di lumpur Lapindo memiliki harta karun yang saat ini sedang diburu dunia. Ternyata, di dalam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur menyimpan logam tanah jarang (rare earth) untuk bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik.
"Jadi memang kami di tahun 2020 melakukan kajian logam tanah jarang ini dengan Puslitbang tekMIRA (Teknologi Mineral dan Batu bara) dan ini baru selesai akhir 2021," ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono saat konferensi pers secara virtual, Jumat (21/1/2022).
Baca Juga: China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas
Dia mengungkapkan bahwa studi terkait kandungan tersebut telah dimulai sejak 2020. Dari hasil studi diindikasikan ada kandungan logam tanah jarang yang sangat langka. Namun demikian, secara rinci belum diketahui jumlahnya.
"Hasilnya masih dalam proses, ini kan baru selesai tahun 2021. Jadi kalau sudah selesai menyeluruh akan disampaikan. Ini perlu ada integrasi data jika sudah selesai mudah-mudahan bisa diketahui berapa jumlah logam tanah jarang di Sidoarjo ini," jelasnya.
"Jadi memang kami di tahun 2020 melakukan kajian logam tanah jarang ini dengan Puslitbang tekMIRA (Teknologi Mineral dan Batu bara) dan ini baru selesai akhir 2021," ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono saat konferensi pers secara virtual, Jumat (21/1/2022).
Baca Juga: China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas
Dia mengungkapkan bahwa studi terkait kandungan tersebut telah dimulai sejak 2020. Dari hasil studi diindikasikan ada kandungan logam tanah jarang yang sangat langka. Namun demikian, secara rinci belum diketahui jumlahnya.
"Hasilnya masih dalam proses, ini kan baru selesai tahun 2021. Jadi kalau sudah selesai menyeluruh akan disampaikan. Ini perlu ada integrasi data jika sudah selesai mudah-mudahan bisa diketahui berapa jumlah logam tanah jarang di Sidoarjo ini," jelasnya.
Lihat Juga :