Bahlil Sebut Promosi BKPM Seperti Mengarang Bebas
Kamis, 23 April 2020 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Ia mencontohkan beberapa daerah yang tidak memiliki peta potensi investasi, seperti di Papua dan Maluku. Tidak adanya data base mengenai potensi investasi di setiap daerah maka ia tak heran pengusaha lebih mengambil peran dibanding pemerintah daerah.
"Maka tidak salah kemudian kalau investor atau pengusaha itu lebih menguasai apa yang dilakukan di daerah tersebut dibanding pemerintah setempat. Ini masalah. Saya biasanya kalau dagang waktu masih jadi pengusaha, ada FS (Feasibility Study). Saya tawarkan investor atau partner dagang datang sama-sama, ini enggak ada," ungkapnya.
Untuk itu, Bahlil telah melakukan rapat bersama Menteri Keuangan (Sri Mulyani) kemarin. Dalam rapat tersebut, Bahlil meminta anggaran untuk membuat database potensi investasi di daerah-daerah secara nasional.
"Kemarin saya sudah komunikasi dengan ibu Menkeu, suruh menyiapkan anggaran untuk kita lakukan tapi karena persoalannya adalah Covid-19, tiba-tiba bubar lagi," pungkasnya.
"Maka tidak salah kemudian kalau investor atau pengusaha itu lebih menguasai apa yang dilakukan di daerah tersebut dibanding pemerintah setempat. Ini masalah. Saya biasanya kalau dagang waktu masih jadi pengusaha, ada FS (Feasibility Study). Saya tawarkan investor atau partner dagang datang sama-sama, ini enggak ada," ungkapnya.
Untuk itu, Bahlil telah melakukan rapat bersama Menteri Keuangan (Sri Mulyani) kemarin. Dalam rapat tersebut, Bahlil meminta anggaran untuk membuat database potensi investasi di daerah-daerah secara nasional.
"Kemarin saya sudah komunikasi dengan ibu Menkeu, suruh menyiapkan anggaran untuk kita lakukan tapi karena persoalannya adalah Covid-19, tiba-tiba bubar lagi," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :