Curangi Pupuk Subsidi, Kios di Nganjuk Diputus Kontrak

Minggu, 30 Januari 2022 - 20:45 WIB
loading...
Curangi Pupuk Subsidi, Kios di Nganjuk Diputus Kontrak
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa distributor menjamin ketersediaan stok untuk memenuhi alokasi pupuk bersubsidi setiap kelompok tani. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung langkah distributor memutus kontrak kios yang melakukan kecurangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Hal ini terjadi di Nganjuk, Jawa Timur, di mana toko Malindo Tani diberhentikan sebagai kios resmi Pupuk Indonesia lantaran kedapatan menyalahgunakan pupuk bersubsidi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemilik kios ini kedapatan melakukan penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 4 ton yang didapatnya dari pihak di luar distributor resmi.

Pupuk Indonesia mendukung langkah CV Semi, distributor pupuk bersubsidi asal Kecamatan Pace, Nganjuk, yang telah memutuskan kontrak kios toko Malindo Tani asal Kecamatan Tanjunganom itu. Kasusnya kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian dari Polres Nganjuk.

Baca juga: Jaksa Agung Perintahkan Jajarannya Ungkap Dugaan Mafia Pupuk

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal menyatakan, pemecatan ini merupakan sanksi tegas dari distributor atas pelanggaran ketentuan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Pada kesempatan ini, Gusrizal juga mengingatkan kepada distributor dan pemilik kios resmi lainnya bahwa pupuk bersubsidi adalah barang dalam pengawasan pemerintah. Sehingga, penyalurannya diawasi oleh aparat pemerintah dan penegak hukum, antara lain melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

“Oleh karena itu, berbagai bentuk pelanggaran merupakan tindakan melawan hukum dan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, Minggu (30/1/2022).

Menindaklanjuti pemecatan ini, CV Semi telah menunjuk kios resmi lainnya yaitu UD Sri Kencana asal Kecamatan Tanjunganom untuk dapat melayani kelompok tani yang biasa menebus pupuk bersubsidi di kios Toko Malindo Tani.

Setidaknya ada enam kelompok tani yang penebusan pupuk bersubsidinya dialihkan ke UD Sri Kencan, yaitu kelompok tani Dewi Sri, Puji Rahayu I, Puji Rahayu II, Karya Mulya, Tani Mulyo, dan Jawatan Kaliati Pomosda.

Gusrizal pun menyampaikan bahwa petani tidak perlu khawatir karena proses pengalihan telah berjalan baik dan lancar. Dia juga memastikan bahwa distributor menjamin ketersediaan stok untuk memenuhi alokasi pupuk bersubsidi setiap kelompok tani di Kecamatan Tanjunganom.

Petugas penjualan wilayah Pupuk Indonesia bersama distributor juga telah berkoordinasi dengan dinas setempat mengenai proses peralihan ini.

“Oleh karena itu dapat kami pastikan bahwa hal ini tidak akan mengganggu proses penyaluran pupuk bersubsidi di sana,” kata Gusrizal.

Baca juga: Produksi Pupuk Indonesia Grup Capai 12,23 Juta Ton di 2021

Dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Untuk itu, dia kembali menegaskan kepada distributor dan pemilik kios resmi untuk senantiasa mengikuti ketentuan pemerintah. Perseroan juga tidak akan segan untuk menindak tegas distributor dan pemilik kios resmi yang kedapatan melakukan pelanggaran.

Selain berkoordinasi dengan KP3, Pupuk Indonesia juga terus memperkuat proses pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.

Mulai dari pabrik (Lini I), gudang tingkat provinsi (Lini II), gudang tingkat kabupaten (Lini III), hingga ke kios-kios resmi di tingkat desa (Lini IV). Proses pengawasan ini dilakukan dengan bantuan teknologi digital.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3678 seconds (10.55#12.26)