Perpindahan Ibu Kota Tak Pengaruhi Pasar Properti Jabodetabek
Senin, 31 Januari 2022 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Marine menyimpulkan bahwa menurut data RIPMI Q4 2021, peningkatan harga properti terjadi di rumah tapak dan apartemen sehingga pengembang optimistis menambah suplai properti. Sementara tren peningkatan harga rumah tapak menunjukkan normalisasi.
Kota Tangerang, Kota Bogor, dan Jakarta Barat menjadi wilayah yang terlihat prospektif pada kuartal tersebut. Kota Tangerang mencatat pertumbuhan harga tertinggi, 17,04% per tahun, dengan pencarian harga masih berada pada kisaran Rp300-750 juta. Sementara itu, Kota Bogor menjadi lokasi yang semakin menarik, terutama bagi kalangan atas. Sedangkan Jakarta Barat juga punya peluang karena tengah mengalami penurunan harga.
Baca juga: Harriet Robson, Model Berpenghasilan Rp14 M Korban Kekerasan Mason Greenwood
“Industri properti di Jabodetabek masih akan tetap prospektif meskipun IKN akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Properti residensial di Jabodetabek tetap menjadi kawasan hunian idaman. Secara umum situasinya adalah ‘buyer’s market’, karena didukung berbagai stimulus dari pemerintah,” pungkas Marine.
Kota Tangerang, Kota Bogor, dan Jakarta Barat menjadi wilayah yang terlihat prospektif pada kuartal tersebut. Kota Tangerang mencatat pertumbuhan harga tertinggi, 17,04% per tahun, dengan pencarian harga masih berada pada kisaran Rp300-750 juta. Sementara itu, Kota Bogor menjadi lokasi yang semakin menarik, terutama bagi kalangan atas. Sedangkan Jakarta Barat juga punya peluang karena tengah mengalami penurunan harga.
Baca juga: Harriet Robson, Model Berpenghasilan Rp14 M Korban Kekerasan Mason Greenwood
“Industri properti di Jabodetabek masih akan tetap prospektif meskipun IKN akan dipindahkan ke Kalimantan Timur. Properti residensial di Jabodetabek tetap menjadi kawasan hunian idaman. Secara umum situasinya adalah ‘buyer’s market’, karena didukung berbagai stimulus dari pemerintah,” pungkas Marine.
(uka)
Lihat Juga :