Hadapi Serangan Hama, Petrokimia Gresik Kawal 13.099 Hektare Lahan
Selasa, 01 Februari 2022 - 13:46 WIB
loading...
Program kawal lahan pertanian merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan solusi menyeluruh bagi petani. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jelang musim tanam April – September 2022, Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, melalui anak perusahaan (anper) Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku, secara khusus mengerahkan Gerakan Pengendalian Hama untuk mengawal 13.099 hektare (ha) lahan pertanian di seluruh Indonesia.
Baca juga: Stok Pupuk Jelang Musim Tanam di Sulsel Capai 71 Ribu Ton
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan, program ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan solusi menyeluruh bagi petani. Artinya, Petrokimia Gresik tidak hanya mampu menyediakan pupuk berkualitas bagi petani, tapi juga memliki solusi untuk pengendalian hama melalui anak perusahaan.
Seperti diketahui, selain ancaman akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, hingga longsor. Ancaman penyakit akibat serangan hama juga masih menjadi momok bagi petani yang tidak jarang mengakibatkan gagal panen.
“Untuk itu pengendalian harus dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif. Perlu menjadi catatan bahwa pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting dalam menjaga kualitas dan produktivitas produk pertanian agar mendapat hasil yang maksimal,” ujar Dwi Satriyo, dalam keterangannya Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Stok Pupuk Jelang Musim Tanam di Sulsel Capai 71 Ribu Ton
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan, program ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan solusi menyeluruh bagi petani. Artinya, Petrokimia Gresik tidak hanya mampu menyediakan pupuk berkualitas bagi petani, tapi juga memliki solusi untuk pengendalian hama melalui anak perusahaan.
Seperti diketahui, selain ancaman akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, hingga longsor. Ancaman penyakit akibat serangan hama juga masih menjadi momok bagi petani yang tidak jarang mengakibatkan gagal panen.
“Untuk itu pengendalian harus dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipatif. Perlu menjadi catatan bahwa pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting dalam menjaga kualitas dan produktivitas produk pertanian agar mendapat hasil yang maksimal,” ujar Dwi Satriyo, dalam keterangannya Selasa (1/2/2022).
Lihat Juga :