Maknyus! Ikan Nila Danau Toba Sangat Digemari Dunia

Sabtu, 05 Februari 2022 - 16:00 WIB
loading...
Maknyus! Ikan Nila Danau...
Budi daya ikan nila atau yang juga disebut ikan ayam di Danau Toba. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ikan nila Indonesia menjadi salah satu produk perikanan yang dipercaya di pasar internasional. Karena itu, ikan nila menjadi salah satu dari 10 komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia.

Baca juga: Menaker Ida Bahagia Program Bantuan Budidaya Ikan Nila dan Lobster Buka Lapangan Kerja

Salah satu daerah yang menghasilkan produk perikanan yaitu daerah Sumatera Utara tepatnya dari Danau Toba. Hasil budidaya ikan nila yang berasal dari danau ini cukup signifikan. Kontribusi ekspor ikan nila dari Danau Toba, Sumatera Utara, mencapai 91,66% dari total ekspor ikan nila Indonesia, yaitu sebesar USD71,89 juta pada tahun 2020.

Di tahun 2020, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mencatat, Amerika mengimpor sebanyak 190.453 ton ikan nila atau senilai USD615 juta. Angka tersebut menggambarkan peningkatan volume impor ikan nila sebesar 10% dan nilai impor sebesar 2,3% dibandingkan tahun 2019. Amerika mendatangkan ikan nila dari China, Indonesia, Filipina, serta negara Amerika Latin seperti Brasil dan Meksiko.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sebagai produsen ikan nila terbesar kedua dunia, mengekspor tilapia sebanyak 12,29 ribu ton dengan nilai USD78,44 juta pada tahun 2020. Membedah data BPS, Dr. Suhana, MSi, peneliti bidang ekonomi kelautan Indonesia Ocean Juctice Initiative (IOJI), menjelaskan, arus ekspor ikan nila Indonesia berasal dari lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan DKI Jakarta.

“Kontribusi nilai ekspor tilapia (nila) dari kelima provinsi tersebut masing-masing adalah 91,66%, 8,29%, 0,04%, dan 0,0001%. Berdasarkan data itu, Sumatera Utara merupakan provinsi terbesar eksportir tilapia dari Indonesia,” kata Suhana dalam keterangannya, Sabtu (5/2/2022).

Dari angka USD78,44 juta nilai ekspor ikan nila Indonesia ke pasar global, kontribusi ekspor nila dari Sumatera Utara mencapai USD71,89 juta. Ekspor ikan nila dari Sumatera Utara mayoritas dikirim ke Amerika (61,29%), sisanya ke Kanada (14,63%) dan Taiwan (11,73%).

Sebagai ikan yang dibudidayakan terbanyak kedua di seluruh dunia, perkembangan perdagangan ikan nila global akan terus meningkat. Apalagi, ikan nila juga dikenal sebagai aquatic chicken karena kemudahan dibudidayakan secara massal dan pengkinian teknologi pembiakan sehingga dapat menyusul industri peternakan ayam di Amerika. Di samping itu, seperti daging ayam, ikan nila juga menarik konsumen yang beragam.



Apalagi, ikan nila yang dibudidayakan mengikuti cara budidaya yang baik dan benar sesuai prinsip good aquaculture practice (GAP), akan menghasilkan daging ikan berkualitas tinggi. Seperti ikan nila yang dibudidayakan sesuai GAP di Danau Toba, sangat diterima pasar mancanegara karena daging ikan yang rasanya enak, menyehatkan, tidak berbau lumpur, dan bebas residu antibiotik. Ikan nila Danau Toba mengungguli ikan nila dari China.

Daniel Pauly, ilmuwan perikanan yang paling banyak dikutip di dunia membenarkan istilah nila sebagai aquatic chicken. “Nila merupakan ikan yang sangat enak dan menyehatkan. Anda bisa membudidayakannya di halaman rumah tetapi juga bisa membudidayakannya dalam konteks (skala) industri. Nila bisa menjadi “ayam”, “ayamnya air” (aquatic chicken) di masa depan,” jelasnya melansir Marine Fisheries & Aquatic Series PBS.org.

Melihat fakta tersebut, prospek ekspor ikan nila semakin terbuka. Hal ini senada dengan analisis Suhana. Indeks analisis penetrasi pasar ekspor Nila Indonesia tahun 2019 hanya sebesar 0,10 atau turun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 0,18.

“Dalam periode 2012-2019, rata-rata indeks nilai penetrasi pasar ekspor tilapia Indonesia hanya mencapai 0,14. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar negara yang mengimpor produk tilapia dunia belum tersentuh produk tilapia Indonesia. Ini merupakan peluang besar bagi produk tilapia Indonesia,” kupasnya.

Lebih lanjut Suhana menerangkan, pada tahun 2019 ada 154 negara yang mengimpor produk ikan Nila. Tetapi, Indonesia hanya bisa menembus pasar ekspor di 16 negara saja.

Baca juga: Ketum KPPI: Perindo Bisa Beri Ruang Pada Caleg Perempuan

"Oleh sebab itu, pemerintah dan para pelaku bisnis produk ikan nila perlu terus berinovasi dan meningkatkan produksi agar dapat menembus lebih banyak negara-negara yang selama ini mengimpor produk ikan Nila,” tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved