Di Bawah Bayang-bayang Omicron, IHSG Menguat Sentuh 6.751
Senin, 07 Februari 2022 - 09:25 WIB
loading...
Ilustrasi IHSG. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat di 6.751 pada perdagangan awal pekan Senin (7/2/2022). Indeks saham bergerak di atas level penutupan kemarin sebesar 22,55 poin atau 0,34% di level 6.753 dan mampu mencetak rekor tertingginya sepanjang masa di 6.771,43.
Pada pembukaan awal, terdapat 229 saham menguat, 65 saham melemah, dan 213 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp186,54 miliar dari 318,51 juta lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: Selain Omicron, Konflik Rusia Ukraina Turut Bayangi IHSG Hari Ini
Menyusul IHSG, indeks LQ45 menguat 0,30% ke 954,55, indeks JII naik 0,26% ke 564,13, indeks IDX30 menanjak 0,18% ke 508,69, dan indeks MNC36 melejit 0,27% ke 321,79. Dari sisi sektoral, indeks yang menguat antara lain bahan baku 0,47%, keuangan 0,60%, kesehatan 0,32%, infrastruktur 0,21%, properti 0,35%, siklikal 1,18%, industri 0,14%, energi 0,67%, non-siklikal 0,21%, dan transportasi 0,96%. Sedangkan yang melemah adalah teknologi -0,03%.
Investor asing terpantau melakukan net-buy secara akumulatif sebesar Rp54,95 miliar di awal pembukaan. Pembelian asing di pasar reguler antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp20,2 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp15,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp6,6 miliar.
Pada pembukaan awal, terdapat 229 saham menguat, 65 saham melemah, dan 213 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp186,54 miliar dari 318,51 juta lembar saham yang diperdagangkan.
Baca Juga: Selain Omicron, Konflik Rusia Ukraina Turut Bayangi IHSG Hari Ini
Menyusul IHSG, indeks LQ45 menguat 0,30% ke 954,55, indeks JII naik 0,26% ke 564,13, indeks IDX30 menanjak 0,18% ke 508,69, dan indeks MNC36 melejit 0,27% ke 321,79. Dari sisi sektoral, indeks yang menguat antara lain bahan baku 0,47%, keuangan 0,60%, kesehatan 0,32%, infrastruktur 0,21%, properti 0,35%, siklikal 1,18%, industri 0,14%, energi 0,67%, non-siklikal 0,21%, dan transportasi 0,96%. Sedangkan yang melemah adalah teknologi -0,03%.
Investor asing terpantau melakukan net-buy secara akumulatif sebesar Rp54,95 miliar di awal pembukaan. Pembelian asing di pasar reguler antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp20,2 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp15,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp6,6 miliar.
Lihat Juga :