Dorong Hilirisasi Industri, Luhut Beberkan Megaproyek Investasi di 2022
Kamis, 10 Februari 2022 - 08:54 WIB
loading...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/pras
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinasi (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan bahwa investasi Indonesia ke depan akan difokuskan untuk investasi pada hilirisasi industri ekonomi hijau.
Saat berbincang dengan tim dari MNC Portal Indonesia (MPI) di kantornya, Rabu (9/2/2022), Luhut membeberkan hilirisasi tersebut menjadi potensi mega proyek investasi di Indonesia yang terletak di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total investasi USD132 Miliar.
“Kita sekarang punya Kalimantan Utara yang pasti jadi potensi dan lahan investasi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia dengan total USD132 Miliar. Dan sudah mulai jalan proyek ini,” ujarnya, dikutip Kamis (10/2/2022).
Baca juga: Penjelasan Detail Luhut Soal Video Terima Telepon Saat Jokowi Pidato
Luhut menerangkan, proyek investasi di provinsi termuda di Indonesia tersebut memiliki luas 230 ribu hektar dan ditargetkan rampung dan mulai produksi pada tahun 2024.
“Kita coba pararel, kita punya ekspor berapa ratus miliar dolar. Jadi jika nilai tambah terus kita dorong dari modeling itu maka 2030 ekspor kita mungkin USD400 miliar atau lebih, impact ke GDP (Gross Domestic Product) kita jadi 3 kali lipat,” urainya.
Oleh karena itu, Luhut meminta masyarakat Indonesia harus bangga dengan lahan investasi yang sangat luas dan berpotensi untuk kemajuan ekonomi.
Saat berbincang dengan tim dari MNC Portal Indonesia (MPI) di kantornya, Rabu (9/2/2022), Luhut membeberkan hilirisasi tersebut menjadi potensi mega proyek investasi di Indonesia yang terletak di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total investasi USD132 Miliar.
“Kita sekarang punya Kalimantan Utara yang pasti jadi potensi dan lahan investasi ekonomi yang sangat besar bagi Indonesia dengan total USD132 Miliar. Dan sudah mulai jalan proyek ini,” ujarnya, dikutip Kamis (10/2/2022).
Baca juga: Penjelasan Detail Luhut Soal Video Terima Telepon Saat Jokowi Pidato
Luhut menerangkan, proyek investasi di provinsi termuda di Indonesia tersebut memiliki luas 230 ribu hektar dan ditargetkan rampung dan mulai produksi pada tahun 2024.
“Kita coba pararel, kita punya ekspor berapa ratus miliar dolar. Jadi jika nilai tambah terus kita dorong dari modeling itu maka 2030 ekspor kita mungkin USD400 miliar atau lebih, impact ke GDP (Gross Domestic Product) kita jadi 3 kali lipat,” urainya.
Oleh karena itu, Luhut meminta masyarakat Indonesia harus bangga dengan lahan investasi yang sangat luas dan berpotensi untuk kemajuan ekonomi.
Lihat Juga :