Pengusaha Ritel Buka Suara: Minyak Goreng Langka Bukan Ditimbun, Tapi Karena Ini
Jum'at, 11 Februari 2022 - 11:22 WIB
loading...
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) angkat suara soal kelangkaan minyak goreng di ritel modern. Pasalnya, hingga berita ini diterbitkan, masih ada ritel modern yang belum memasukkan barang baru ke rak penyimpanan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo ) angkat suara soal kelangkaan minyak goreng di ritel modern . Pasalnya, hingga berita ini diterbitkan, masih ada ritel modern yang belum memasukkan barang baru ke rak penyimpanan.
Baca Juga: Holding Pangan Guyur 57,5 Ton Minyak Goreng ke Pedagang Pasar
Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey menjelaskan, kelangkaan minyak goreng disebabkan karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor belum sepenuhnya optimal. Selain itu, menurutnya, animo masyarakat membeli minyak goreng karena harga yang terjangkau, juga menjadi faktor minyak goreng di ritel habis stok.
"Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai gerai kami dan selalu langsung habis di beli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stok nya untuk menjual ke pasar rakyat," ujar Roy dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (11/2/2022).
Roy mengatakan, tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Lantaran, gudang peritel sangat terbatas karena berisikan berbagai macam barang.
Baca Juga: Holding Pangan Guyur 57,5 Ton Minyak Goreng ke Pedagang Pasar
Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey menjelaskan, kelangkaan minyak goreng disebabkan karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor belum sepenuhnya optimal. Selain itu, menurutnya, animo masyarakat membeli minyak goreng karena harga yang terjangkau, juga menjadi faktor minyak goreng di ritel habis stok.
"Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai gerai kami dan selalu langsung habis di beli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stok nya untuk menjual ke pasar rakyat," ujar Roy dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (11/2/2022).
Roy mengatakan, tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Lantaran, gudang peritel sangat terbatas karena berisikan berbagai macam barang.
Lihat Juga :