Ingin Bangun Bisnis Ramah Lingkungan? MotionBanking Berikan Solusinya, Cek di Sini!
Jum'at, 18 Februari 2022 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Karangan Bunga dari Presiden Jokowi hingga Megawati Penuhi Rumah Dorce Gamalama
Nantinya, tumbuhan tersebut akan dijadikan sebagai bahan pewarna dan pembuat motif pada kain. Untuk membuat motifnya, tumbuhan yang dipakai akan ditempel sedemikian rupa hingga motifnya muncul di permukaan kain sesuai dengan pola yang diinginkan.
Ecoprint merupakan pengembangan dari teknik eco dyeing yang juga berupa metode pewarnaan kain dengan bahan alami. Hingga akhirnya pada 2006 ada seseorang yang mengembangkan eco dyeing menjadi ecoprinting dengan menggunakan tanaman yang berpigmen tinggi pada kain yang memiliki serat alami.
Bagaimana Cara Melakukan Ecoprint?
Ada 2 metode pewarnaan yang bisa menjadi pilihan untuk melakukan ecoprint, yaitu iron blanket dan pounding. Kedua teknik ini sama-sama membutuhkan proses perendaman tumbuhan ke dalam larutan cuka sebelum digunakan.
Teknik Iron Blanket
Berikut adalah langkah ecoprint dengan menggunakan teknik iron blanket.
1. Tanaman yang akan digunakan, harus direndam ke dalam larutan cuka.
2. Sambil menunggu rendaman, bersihkan kain yang akan digunakan.
3. Tempelkan tanaman di atas kain.
4. Gulung kain dengan paralon lalu ikatkan dengan tali agar tetap bisa membungkus paralon dengan rapat.
5. Masukkan gulungan tersebut ke dalam kukusan untuk memunculkan warna pada kain
Teknik Pounding
Dengan menerapkan teknik pounding, Anda tidak perlu mengukus kain untuk memunculkan warnanya. Inilah langkah-langkahnya.
1. Tanaman yang akan digunakan, harus direndam ke dalam larutan cuka
2. Sambil menunggu rendaman, bersihkan kain yang akan digunakan
3. Tempelkan tanaman di atas kain
4. Pukul-pukul tanaman yang telah ditempelkan di atas kain agar pigmen warnanya muncul ke kain
5. Keringkan dan kain akan siap untuk dijual
Sekilas, ecoprint terlihat mudah untuk dilakukan. Sayangnya, metode tersebut tidak bisa digunakan pada sembarang kain.
Saat ini, ecoprint tercatat hanya dapat dilakukan pada kain yang memiliki serat alami karena dalam prosesnya akan terjadi penyerapan warna dari tanaman dalam benang.
Proses tersebut hanya bisa terjadi pada kain yang memiliki serat alami. Contoh kain serat alami antara lain adalah linen, serat sutra, dan kain serat kapas.
Apa saja Keunggulan dari Ecoprinting sebagai Bisnis Ramah Lingkungan? Sebagai sebuah inisiatif untuk menjalankan bisnis ramah lingkungan, ecoprinting memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut:
1. Eco-friendly
Dalam proses produksinya, ecoprint hanya menghasilkan berbagai limbah organik yang bisa dicerna dalam tanah secara alami. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa proses produksinya ramah untuk lingkungan dan tidak diperlukan pengolahan limbah secara khusus.
Proses produksi tersebut selain ramah lingkungan, bisa juga menghemat anggaran pengolahan limbah yang umumnya terjadi di produsen tekstil dalam skala besar.
Nantinya, tumbuhan tersebut akan dijadikan sebagai bahan pewarna dan pembuat motif pada kain. Untuk membuat motifnya, tumbuhan yang dipakai akan ditempel sedemikian rupa hingga motifnya muncul di permukaan kain sesuai dengan pola yang diinginkan.
Ecoprint merupakan pengembangan dari teknik eco dyeing yang juga berupa metode pewarnaan kain dengan bahan alami. Hingga akhirnya pada 2006 ada seseorang yang mengembangkan eco dyeing menjadi ecoprinting dengan menggunakan tanaman yang berpigmen tinggi pada kain yang memiliki serat alami.
Bagaimana Cara Melakukan Ecoprint?
Ada 2 metode pewarnaan yang bisa menjadi pilihan untuk melakukan ecoprint, yaitu iron blanket dan pounding. Kedua teknik ini sama-sama membutuhkan proses perendaman tumbuhan ke dalam larutan cuka sebelum digunakan.
Teknik Iron Blanket
Berikut adalah langkah ecoprint dengan menggunakan teknik iron blanket.
1. Tanaman yang akan digunakan, harus direndam ke dalam larutan cuka.
2. Sambil menunggu rendaman, bersihkan kain yang akan digunakan.
3. Tempelkan tanaman di atas kain.
4. Gulung kain dengan paralon lalu ikatkan dengan tali agar tetap bisa membungkus paralon dengan rapat.
5. Masukkan gulungan tersebut ke dalam kukusan untuk memunculkan warna pada kain
Teknik Pounding
Dengan menerapkan teknik pounding, Anda tidak perlu mengukus kain untuk memunculkan warnanya. Inilah langkah-langkahnya.
1. Tanaman yang akan digunakan, harus direndam ke dalam larutan cuka
2. Sambil menunggu rendaman, bersihkan kain yang akan digunakan
3. Tempelkan tanaman di atas kain
4. Pukul-pukul tanaman yang telah ditempelkan di atas kain agar pigmen warnanya muncul ke kain
5. Keringkan dan kain akan siap untuk dijual
Sekilas, ecoprint terlihat mudah untuk dilakukan. Sayangnya, metode tersebut tidak bisa digunakan pada sembarang kain.
Saat ini, ecoprint tercatat hanya dapat dilakukan pada kain yang memiliki serat alami karena dalam prosesnya akan terjadi penyerapan warna dari tanaman dalam benang.
Proses tersebut hanya bisa terjadi pada kain yang memiliki serat alami. Contoh kain serat alami antara lain adalah linen, serat sutra, dan kain serat kapas.
Apa saja Keunggulan dari Ecoprinting sebagai Bisnis Ramah Lingkungan? Sebagai sebuah inisiatif untuk menjalankan bisnis ramah lingkungan, ecoprinting memiliki berbagai keunggulan sebagai berikut:
1. Eco-friendly
Dalam proses produksinya, ecoprint hanya menghasilkan berbagai limbah organik yang bisa dicerna dalam tanah secara alami. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa proses produksinya ramah untuk lingkungan dan tidak diperlukan pengolahan limbah secara khusus.
Proses produksi tersebut selain ramah lingkungan, bisa juga menghemat anggaran pengolahan limbah yang umumnya terjadi di produsen tekstil dalam skala besar.
Lihat Juga :