Atasi Kisruh Pangan Jangan Seperti Pemadam Kebakaran

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:00 WIB
loading...
A A A
Menurut dia, pengelolaan pangan ini memerlukan integrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah harus menjaga dan mengawasi sisi produsen hingga selanjutnya, seperti distribusi dan pasar. Kehadiran Badan Pangan Nasional (Bapanas) seharusnya menjadi jawaban untuk menyelesaikan seluruh persoalan. Namun, kerja dan praktek di lapangan masih memerlukan pembuktian.

Masalahnya, lanjut dia, Bapanas harus bekerja sama dan koordinasi dengan sejumlah kementerian, seperti pertanian dan perdagangan. Lely menyebut Bapanas akan menjadi regulator sekaligus operator karena membawahi Bulog dan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.

Di sisi lain, Bapanas harus mengintegrasikan dan harmonisasi kebijakan operasional dan teknis yang selama ini menjadi kewenangan beberapa kementerian. Dalam pandangannya, walaupun terlihat powerfull secara kewenangan, namun payung hukum Bapanas ini adalah peraturan presiden (perpres) dan di sisi lain sisi lainn akan berhadapan dengan organ-organ di kementerian yang kemungkinan kewenangannya dimandatkan melalui peraturan pemerintah (PP). Secara konstitusi, PP lebih tinggi dari perpres. Tantangan lain adalah ego sektoral antar kementerian dan lembaga.

“Bagaimana kementerian-kementerian teknis ini melakukan penyesuaian-penyesuaian atas perpres ini. Contoh, dalam perpres ini kewenangan penerapan impor di badan pangan nasional. Sekarang pertanyaannya, apakah di kementerian perdagangan, peraturan terkait ini sudah disesuaikan? Apakah fungsinya sudah diubah menyesuaikan perpres ini? Bisa jadi belum karena yang jadi dasar direktur (urusan) impor di sana PP,” pungkasnya.

Nunung Nuryartono menjelaskan, kenaikan pada saat hari-hari besar yang sudah dilewati, seperti Natal dan tahun baru, masih wajar. Namun, kenaikan dan kelangkaan yang masih terus terjadi sampai saat ini yang menjadi pertanyaan publik. Menurut dia, dari sisi permintaan, sebenarnya tidak ada lonjakan yang cukup drastik. Karena itu pemerintah harus melihat dan mengawasi lagi penerapan DMO dan DPO, serta distribusi dari produsen hingga konsumen.

“Harusnya dalam konsep tata kelola yang baik ketika diterapkan DMO, (lalu) siapa yang mengawasi? Temuan di Sumut, saya melihatnya sebagai sesuatu yang mencengangkan. Persoalan seperti itu semestinya tidak terjadi. Kalau kita mengurai satu per satu, bisa kok pemerintah menggunakan instrument-instrumennya untuk mengendalikan harga mintak goreng,” tegasnya.

Di sisi lain, Nunung mengungkapkan memang terjadi kenaikan indeks harga pangan, seperti sereal, gula, dan lainnya, di pasar global. Tren itu sudah terjadi sejak tahun 2001. Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB itu mengatakan persoalan pangan ini tidak bisa secara sederhana. Dia menjelaskan fluktuasi harga pangan ini salah satu yang relatif tinggi dalam mendorong inflasi.

Pemenuhan pangan juga terkait dengan kesehatan dan gizi masyarakat. Dia menuturkan mayoritas pengeluaran masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan itu untuk pangan. Pemerintah harus bekerja keras lagi dalam memastikan stok dan menstabilkan harga pangan. Saat ini ada harapan baru dengan dilantik Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo.

“Saya kira ini menjadi momentum dan tugas berat kepala Badan Pangan Nasional yang harus bisa memastikan dan melihat lagi bagaimana persoalan pangan dalam konteks tidak berfluktuasinya harga. (Bapanas) harus bisa mengendalikan tanpa mengurangi kesejahteraan produsen dalam hal ini petani. Petani enggak sejahtera, kan kasihan,” paparnya.

Sementara itu,Kemarin Presiden Joko Widodo resmi melantik Arief Prasetyo Adi sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Badan initelah dibentuk sejak akhir Juli 2021 lalu. Sebagai pejabat baru, Arief pun mengungkapkan tantangan besar Bapanas dalam mendorong kemajuan industri pangan dalam negeri, termasuk gejolak pangan.

Untuk mengatasi beragam tantangan tersebut, ke depan Bapanas harus bersinergi atau berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) hingga stakeholder di sektor pangan. Pasalnya, kata Arief, tantangan pangan nasional saat ini tidak memungkinkan diselesaikan secara mandiri oleh Bapanas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mentan Amran Ancam Bakal...
Mentan Amran Ancam Bakal Tindak Produsen Minyak Goreng yang Naikkan Harga
Minyakita Langka di...
Minyakita Langka di Pasaran, Ini Respons Pemerintah
Bantuan Pangan Mulai...
Bantuan Pangan Mulai Disalurkan ke 33 Juta Penerima! Beras 10 Kg, Minyak Goreng 2 Liter
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Kemasan Plastik Picu...
Kemasan Plastik Picu Kenaikan Harga Minyak Goreng
Rekomendasi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved