Atasi Kisruh Pangan Jangan Seperti Pemadam Kebakaran

Selasa, 22 Februari 2022 - 11:00 WIB
loading...
Atasi Kisruh Pangan...
Kisruh dan gejolak harga pangan di Indonesia kerap berulang setiap tahun. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Gejolak harga pangan belakangan datang silih berganti. Belum kelar kisruh kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng , kini giliran harga kedelai melambung tinggi. Nahasnya, pemerintah kerap kali kewalahan menanganinya. Ujungnya, masyarakat pun menjadi korban.

Melihat seringnya terjadi kasus fluktuasi harga pangan, sudah semestinya pemerintah mencari solusi jangka panjang agar konsumen dan pelaku usaha di level bawah tidak terus dirugikan dan dibuat kerepotan. Apalagi, gejolak pangan saat ini terjadi jelang memasuki bulan Ramadhan .

Sebagai langkah awal, solusi mengatasi masalah pangan bisa dimulai dengan penataan data neraca komoditas pangan seakurat mungkin. Data dimaksud antara lain memuat pemetaan produksi, kebutuhan, dan distribusi untuk mempermudah pengambilan keputusan.

Baca juga: Gara-gara Harga Kedelai Melambung, Perajin Tahu Tempe Ini Gagal Menikah

Sebelumnya, solusi pemerintah mengatasi gejolak pangan tidak bisa berjalan maksimal. Untuk mengatasi masalah minyak goreng misalnya. Kebijakan penetapan satu harga untuk minyak goreng, domestic market obligation (DMO), domestic price obligation (DPO), hingga pemberlakuan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana, dan premium tidak ada yang manjur.

Saat ini harga minyak goreng yang ditetapkan pemerintah dibagi dalam beberapa kategori. Yakni minyak goreng curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 per liter, dan kemasan premium Rp14.000 per liter. Namun, pada kenyataanya, masih banyak pedagang yang menjual di atas harga yang ditetapkan. Bahkan, di sejumlah titik, stok minyak goreng justru hilang di pasaran,

Begitupun harga kedelai melambung tinggi hingga Rp11.000 per kilogram (Kg). Padahal, kedelai merupakan bahan utama untuk tahu dan tempe yang menjadi makanan sebagian besar masyarakat Indonesia. Fluktuasi harga ini bukan hanya terjadi pada dua bahan pokok itu saja. Kenaikan harga dan kelangkaan seperti silih berganti. Ada kalanya beras, gula, bawang, dan cabai juga meroket dan terkendali.

Baca juga: Bareskrim Panggil Produsen Minyak Goreng se-Indonesia

Pentingnya data negara terkait komoditas pangan di antaranya disampaikan Wasekjen Perhimpunan Pertanian Indonesia (Perhepi) Lely Pelitasari Soebekty dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Nunung Nuryartono. Lely Pelitasari misalnya menandaskan, pemerintah sebenarnya bisa memprediksi kenaikan kebutuhan pangan di Indonesia, hingga kemudia menyetok pangan lebih banyak sehingga konsumen mendapatkan harga yang wajar.

“Kenapa (suplai dan permintaan) tidak terjaga? Bisa jadi (karena) pemerintah tidak punya neraca komoditas yang akurat. Kemudian, bicara data produksi, kebutuhan, dan gap diantara itu yang harus dijaga. Makanya, cadangan menjadi seksi. Artinya, sudah tanggal dan bulan itu (permintaan naik) pasti (pangan) kurang ya akhirnya (bisa) diantisipasi,” ujar dia.

Dia menegaskan bahwa pemerintah memiliki banyak langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak berulang terjadi. Sayangnya sejauh ini pemerintah sering hanya menjadi “pemadam kebakaran” ketika harga meroket dan bahan kebutuhan pokok langkah. “Giliran harga naik, pilihan gampang impor. Harga turun, biasanya nyuruh Bulog beli abis itu disimpan. Itu untuk komoditas yang bisa disimpan,” ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mentan Amran Ancam Bakal...
Mentan Amran Ancam Bakal Tindak Produsen Minyak Goreng yang Naikkan Harga
Minyakita Langka di...
Minyakita Langka di Pasaran, Ini Respons Pemerintah
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Rekomendasi
Di Forum Dialog 194...
Di Forum Dialog 194 Negara, Menkum Supratman Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved