Konflik Rusia-Ukraina Kerek Harga Komoditas, Simak Prediksi IHSG Pekan Depan
Minggu, 27 Februari 2022 - 09:25 WIB
loading...
IHSG pada perdagangan pekan depan diproyeksikan masih akan bergerak secara terbatas. Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan depan diproyeksikan masih akan bergerak secara terbatas. Sentimen eksternal dari konflik Rusia-Ukraina masih akan berdampak namun tidak signifikan.
Kepala Riset Mirae Assets Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menilai IHSG akan berada dalam fase konsolidatif dengan volatilitas yang bersifat jangka pendek. Sebagai catatan, IHSG pada pekan lalu ditutup naik 1,03% di 6.888.
"IHSG masih konsolidasi di bawah normal lower band pada uptrend channel jangka pendek yang relatif kuat," katanya dalam risetnya, dikutip Minggu (27/2/2022).
Baca juga: IHSG Satu Minggu Terakhir Menyusut 0,07 Persen Saat Perang Rusia Ukraina Pecah
Menurut Hariyanto, IHSG bisa merangsek ke area 6.999 dalam skala mingguan. Sementara dalam sebulan, uptrend yang terbatas diprediksi bisa melambungkan indeks acuan ke level 7.017.
Secara garis besar, Hariyanto menilai ada peluang bagi saham perusahaan pertambangan logam dan batu bara untuk meningkat di tengah kenaikan harga komoditas.
Kepala Riset Mirae Assets Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya menilai IHSG akan berada dalam fase konsolidatif dengan volatilitas yang bersifat jangka pendek. Sebagai catatan, IHSG pada pekan lalu ditutup naik 1,03% di 6.888.
"IHSG masih konsolidasi di bawah normal lower band pada uptrend channel jangka pendek yang relatif kuat," katanya dalam risetnya, dikutip Minggu (27/2/2022).
Baca juga: IHSG Satu Minggu Terakhir Menyusut 0,07 Persen Saat Perang Rusia Ukraina Pecah
Menurut Hariyanto, IHSG bisa merangsek ke area 6.999 dalam skala mingguan. Sementara dalam sebulan, uptrend yang terbatas diprediksi bisa melambungkan indeks acuan ke level 7.017.
Secara garis besar, Hariyanto menilai ada peluang bagi saham perusahaan pertambangan logam dan batu bara untuk meningkat di tengah kenaikan harga komoditas.
Lihat Juga :