Rupiah Kembali Berotot di Awal Pekan Saat Yuan China Merosot
Senin, 15 Juni 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar Australia dan Selandia Baru jatuh melawan rekan mereka di AS pada hari Senin setelah kekhawatiran gelombang kedua dari virus corona di Beijing mendorong investor untuk menjual mata uang yang peka terhadap risiko.
Yuan Cina juga tenggelam cukup dalam pada perdagangan offshore setelah Beijing mencatat lusinan kasus baru dari virus corona dalam beberapa hari terakhir. Sementara Pounds Inggris jatuh melawan greenback lantaran negosiasi perdagangan antara Inggris Raya dan Uni Eropa tidak membuat kemajuan yang cukup berarti.
Dolar Australia AUD turun 0,39% menjadi 0,6827 melawan USD, sementara dolar Selandia Baru jatuh sebesar 0,33% menjadi 0,6420. Kedua mata uang diperdagangkan tertekan yang rentan terhadap sentimen risiko karena hubungan dekat mereka dengan ekonomi China dan komoditas global.
Di pasar offshore, Yuan jatuh ke 7,0877 per dolar, menyoroti kekhawatiran seputar proyeksi ekonomi ke depannya. Kerugian Yuan dapat dibatasi jika data pada produksi industri China dan penjualan eceran mengkonfirmasi pertumbuhan.
Yuan Cina juga tenggelam cukup dalam pada perdagangan offshore setelah Beijing mencatat lusinan kasus baru dari virus corona dalam beberapa hari terakhir. Sementara Pounds Inggris jatuh melawan greenback lantaran negosiasi perdagangan antara Inggris Raya dan Uni Eropa tidak membuat kemajuan yang cukup berarti.
Dolar Australia AUD turun 0,39% menjadi 0,6827 melawan USD, sementara dolar Selandia Baru jatuh sebesar 0,33% menjadi 0,6420. Kedua mata uang diperdagangkan tertekan yang rentan terhadap sentimen risiko karena hubungan dekat mereka dengan ekonomi China dan komoditas global.
Di pasar offshore, Yuan jatuh ke 7,0877 per dolar, menyoroti kekhawatiran seputar proyeksi ekonomi ke depannya. Kerugian Yuan dapat dibatasi jika data pada produksi industri China dan penjualan eceran mengkonfirmasi pertumbuhan.
(akr)
Lihat Juga :