Kemendag Ungkap Ada Oknum Bermain Jadi Biang Kerok Kelangkaan Minyak Goreng
Rabu, 02 Maret 2022 - 11:24 WIB
loading...
Kemendag mengungkapkan, kelangkaan minyak goreng (migor) yang terjadi di pasaran baik di pasar tradisional maupun ritel modern karena adanya oknum-oknum bukan karena kurang pasokan dari produsen Crude Palm Oil/CPO. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan ( Kemendag ) mengungkapkan, kelangkaan minyak goreng (migor) yang terjadi di pasaran baik di pasar tradisional maupun ritel modern karena adanya oknum-oknum penimbun bukan karena kurang pasokan dari produsen Crude Palm Oil/CPO .
"Terdapat temuan Satgas Pangan ada oknum-oknum yang sengaja menimbun produk minyak goreng dan tidak mendistribusikannya ke pasaran. Oleh karena itu teman-teman beserta tim Satgas pangan kabupaten kota dan provinsi sedang melakukan langkah-langkah evaluasi tersebut," kata Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag I G Ketut Astawa dikutip dari Antara, Rabu (2/3/2022).
Baca Juga: Sentil Produsen dan Distributor, Khofifah: Jangan Tahan Minyak Goreng Segera Salurkan
"Kalau kita lihat data yang ada, komitmen dari produsen CPO itu sudah mencapai 351 juta liter selama 14 hari, kebutuhan kita selama per bulan sebenarnya berkisar antara 279 sampai 300 juta liter," lanjutnya.
Dengan demikian, Ketut bilang, seharusnya pasar dalam negeri kebanjiran produk minyak goreng dalam jangka waktu sebulan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, ketersediaan produk minyak goreng masih sedikit di pasaran.
"Terdapat temuan Satgas Pangan ada oknum-oknum yang sengaja menimbun produk minyak goreng dan tidak mendistribusikannya ke pasaran. Oleh karena itu teman-teman beserta tim Satgas pangan kabupaten kota dan provinsi sedang melakukan langkah-langkah evaluasi tersebut," kata Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag I G Ketut Astawa dikutip dari Antara, Rabu (2/3/2022).
Baca Juga: Sentil Produsen dan Distributor, Khofifah: Jangan Tahan Minyak Goreng Segera Salurkan
"Kalau kita lihat data yang ada, komitmen dari produsen CPO itu sudah mencapai 351 juta liter selama 14 hari, kebutuhan kita selama per bulan sebenarnya berkisar antara 279 sampai 300 juta liter," lanjutnya.
Dengan demikian, Ketut bilang, seharusnya pasar dalam negeri kebanjiran produk minyak goreng dalam jangka waktu sebulan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, ketersediaan produk minyak goreng masih sedikit di pasaran.
Lihat Juga :