Perang Ukraina: Pembalasan Rusia Bakal Hadirkan Bencana Global Jika Embargo Minyak Berlaku
Selasa, 08 Maret 2022 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
"Hal itu membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan masih akan jauh lebih mahal bagi konsumen Eropa. Pada akhirnya, mereka akan terluka paling parah dengan hasil ini (emargo minyak)," katanya.
Menunjuk pada keputusan Jerman bulan lalu untuk membekukan sertifikasi Nord Stream 2, jalur pipa gas baru yang menghubungkan kedua negara, ia menambahkan bahwa embargo minyak dapat mendorong aksi pembalasan.
"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang tepat dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1 yang ada," kata wakil PM Rusia.
Rusia sendiri merupakan produsen gas alam terbesar di dunia dan produsen minyak mentah kedua, dan setiap langkah memberi sanksi kepada industri energinya akan sangat merusak ekonominya sendiri.
Baca Juga: AS Bersiap Embargo Rusia, Harga Minyak Mentah Meroket ke Level Tertinggi 13 Tahun
Ukraina telah meminta Barat untuk mengadopsi larangan semacam itu, tetapi ada kekhawatiran akan berdampak pada melonjaknya harga. Kekhawatiran investor akan embargo mendorong minyak mentah Brent ke level USD139 per barel pada satu titik pada hari Senin kemarin atau level tertinggi selama hampir 14 tahun.
Menunjuk pada keputusan Jerman bulan lalu untuk membekukan sertifikasi Nord Stream 2, jalur pipa gas baru yang menghubungkan kedua negara, ia menambahkan bahwa embargo minyak dapat mendorong aksi pembalasan.
"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang tepat dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1 yang ada," kata wakil PM Rusia.
Rusia sendiri merupakan produsen gas alam terbesar di dunia dan produsen minyak mentah kedua, dan setiap langkah memberi sanksi kepada industri energinya akan sangat merusak ekonominya sendiri.
Baca Juga: AS Bersiap Embargo Rusia, Harga Minyak Mentah Meroket ke Level Tertinggi 13 Tahun
Ukraina telah meminta Barat untuk mengadopsi larangan semacam itu, tetapi ada kekhawatiran akan berdampak pada melonjaknya harga. Kekhawatiran investor akan embargo mendorong minyak mentah Brent ke level USD139 per barel pada satu titik pada hari Senin kemarin atau level tertinggi selama hampir 14 tahun.
Lihat Juga :