Tekan Subsidi LPG, Pengamat: Galakkan Lagi Konversi ke Kompor Induksi
Rabu, 16 Maret 2022 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan beralih ke kompor induksi, ketergantungan terhadap impor LPG bakal berkurang secara bertahap sehingga bakal mendorong kemandirian energi. Tak hanya itu, masalah defisit transaksi berjalan atau (current account defisit/CAD) akibat impor LPG secara perlahan juga dapat diselesaikan," katanya.
Mamit menambahkan, arahan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada November 2021 lalu sangat jelas, yaitu untuk mengubah energi berbasis impor ke energi berbasis domestik. "Pemanfaatan potensi energi dalam negeri adalah yang utama, termasuk salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG ke kompor induksi," tandasnya.
Selain untuk mengurangi angka impor, langkah konversi ini menurutnya juga bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak. Tahun ini saja pemerintah menganggarkan Rp61 triliun untuk subsidi LPG dengan asumsi ICP USD63 per barel. Sementara, per Februari 2022 ICP sudah menyentuh level USD95,72 per barel.
"Kenaikan ini akan berdampak terhadap beban subsidi LPG dimana setiap kenaikan ICP USD1 maka beban subsidi LPG akan meningkat sebesar Rp1,47 triliun. Jadi bisa dibayangkan berapa beban penambahan untuk subsidi LPG 3 kg saat ini," urainya.
Untuk memuluskan konversi kompor LPG ke kompor induksi, Mamit mengatakan perlu adanya pergeseran gaya hidup, kultur, kebijakan, dan juga industri pendukung. Intinya, kata dia, pergeseran ini harus bisa berjalan secara mulus.
Baca Juga: Belajar dari Sejarah, Jokowi Diminta Terbitkan Perpres Konversi LPG ke Kompor Induksi
Mamit menambahkan, arahan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada November 2021 lalu sangat jelas, yaitu untuk mengubah energi berbasis impor ke energi berbasis domestik. "Pemanfaatan potensi energi dalam negeri adalah yang utama, termasuk salah satunya melalui konversi penggunaan kompor LPG ke kompor induksi," tandasnya.
Selain untuk mengurangi angka impor, langkah konversi ini menurutnya juga bakal menekan subsidi LPG dalam APBN yang terus membengkak. Tahun ini saja pemerintah menganggarkan Rp61 triliun untuk subsidi LPG dengan asumsi ICP USD63 per barel. Sementara, per Februari 2022 ICP sudah menyentuh level USD95,72 per barel.
"Kenaikan ini akan berdampak terhadap beban subsidi LPG dimana setiap kenaikan ICP USD1 maka beban subsidi LPG akan meningkat sebesar Rp1,47 triliun. Jadi bisa dibayangkan berapa beban penambahan untuk subsidi LPG 3 kg saat ini," urainya.
Untuk memuluskan konversi kompor LPG ke kompor induksi, Mamit mengatakan perlu adanya pergeseran gaya hidup, kultur, kebijakan, dan juga industri pendukung. Intinya, kata dia, pergeseran ini harus bisa berjalan secara mulus.
Baca Juga: Belajar dari Sejarah, Jokowi Diminta Terbitkan Perpres Konversi LPG ke Kompor Induksi
Lihat Juga :