Rachmat Gobel: Tak Ada Mafia Minyak Goreng, Hanya Pengusaha Cari Untung
Selasa, 22 Maret 2022 - 10:31 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel menyatakan, tak ada mafia minyak goreng, melainkan hanya pengusaha yang mencari celah untuk mendapatkan keuntungan. Foto/Dok
A
A
A
BALI - Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel menyatakan, tak ada mafia minyak goreng , melainkan hanya pengusaha yang mencari celah untuk mendapatkan keuntungan. Sementara itu sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi telah mengendus adanya praktik mafia hingga menyebabkan kelangkaan minyak goreng.
“Di sektor pangan memang ada mafia di sejumlah komoditas, tapi tidak ada di minyak goreng. Yang ada adalah ketidaktepatan dalam regulasi sehingga pengusaha mencari celah untuk mencari keuntungan. Jadi ini soal pengaturan dalam tata niaga dan juga masalah dalam kepemimpinan, manajerial, dan pendekatan dalam mengelola tata niaga minyak goreng,” kata Rachmat Gobel dalam keterangannya.
Baca Juga: Tegas! Menko Airlangga: Kalau Ada Mafia Minyak Goreng Langsung Tangkap
Hal itu ia sampaikan saat diwawancara wartawan di sela-sela mengikuti pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali. Wartawan sudah menunggu Gobel usai ia menerima delegasi parlemen dari Jepang.
“Yang ada adalah kesalahan kita dalam mengatur dan membuat kebijakan. Itu saja. Namanya pengusaha ya cari untung. Dia lihat ada celah dalam peraturan, lengah, ya dia masuk. Jadi, jangan kita langsung mencap bahwa ini adalah mafia,” katanya.
“Di sektor pangan memang ada mafia di sejumlah komoditas, tapi tidak ada di minyak goreng. Yang ada adalah ketidaktepatan dalam regulasi sehingga pengusaha mencari celah untuk mencari keuntungan. Jadi ini soal pengaturan dalam tata niaga dan juga masalah dalam kepemimpinan, manajerial, dan pendekatan dalam mengelola tata niaga minyak goreng,” kata Rachmat Gobel dalam keterangannya.
Baca Juga: Tegas! Menko Airlangga: Kalau Ada Mafia Minyak Goreng Langsung Tangkap
Hal itu ia sampaikan saat diwawancara wartawan di sela-sela mengikuti pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali. Wartawan sudah menunggu Gobel usai ia menerima delegasi parlemen dari Jepang.
“Yang ada adalah kesalahan kita dalam mengatur dan membuat kebijakan. Itu saja. Namanya pengusaha ya cari untung. Dia lihat ada celah dalam peraturan, lengah, ya dia masuk. Jadi, jangan kita langsung mencap bahwa ini adalah mafia,” katanya.
Lihat Juga :