Bersama PMO Kopi Nusantara, PTPN Bangun Ekosistem Industri Kopi
Rabu, 23 Maret 2022 - 17:51 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Pilot Project 1b berada di Areal Perhutani KPH Bondowoso di Kecamatan Sumber Wringin dan Gunung Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang berfokus pada intensifikasi dan perluasan lahan kopi dengan pendekatan Sustainable Agriculture/Agroforestry di hulu dan Industrialisasi Specialty di hilir. Total luas lahan dalam project 1b adalah 250,62 Ha yang melibatkan 400 orang petani.
Dwi Sutoro juga turut mengunjungi pabrik pengolahan kopi yang berada di bawah PTPN XII. Setelah melihat secara langsung proses pengolahan biji kopi yang berasal dari hasil panen petani binaan maupun kebun di wilayah kerja PTPN Group, Dwi Sutoro semakin optimistis pada masa depan industri kopi nasional di pasar dunia segera menjadi market leader kopi Internasional.
“Saya berharap PTPN Group bersama PMO Kopi Nusantara terus meningkatkan proses R&D agar kopi asal Indonesia berkualitas tinggi dan menjadi produk terbaik di pasar internasional. Apabila hal ini dicapai, tentu akan berdampak pada perekonomian nasional dan kesejahteraan petani kopi Indonesia,” ungkap Dwi Sutoro.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains, Reynaldi Istanto, menyampaikan bahwa PMO Kopi Nusantara juga akan fokus pada traceability komoditas kopi yang dikembangkan platform digital. Traceability ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia dalam value chains kopi di mata dunia.
Dwi Sutoro juga turut mengunjungi pabrik pengolahan kopi yang berada di bawah PTPN XII. Setelah melihat secara langsung proses pengolahan biji kopi yang berasal dari hasil panen petani binaan maupun kebun di wilayah kerja PTPN Group, Dwi Sutoro semakin optimistis pada masa depan industri kopi nasional di pasar dunia segera menjadi market leader kopi Internasional.
“Saya berharap PTPN Group bersama PMO Kopi Nusantara terus meningkatkan proses R&D agar kopi asal Indonesia berkualitas tinggi dan menjadi produk terbaik di pasar internasional. Apabila hal ini dicapai, tentu akan berdampak pada perekonomian nasional dan kesejahteraan petani kopi Indonesia,” ungkap Dwi Sutoro.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains, Reynaldi Istanto, menyampaikan bahwa PMO Kopi Nusantara juga akan fokus pada traceability komoditas kopi yang dikembangkan platform digital. Traceability ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah kopi Indonesia dalam value chains kopi di mata dunia.
Lihat Juga :