Masalah Keuangan yang Sering Dialami Pelaku UMKM oleh Team Prodi MNJ UBakrie
Kamis, 24 Maret 2022 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Pada praktiknya modal finansial selalu dibutuhkan. Sebagai solusinya, pemilik bisnis UMKM bisa juga untuk mendapat dana dari angel investor seperti yang berlaku pada perusahaan rintisan atau startup.
3. Tentang Ketepatan Waktu dalam Pembayaran
Sebuah bisnis memang selalu terkait dengan banyak pihak, misalnya supplier, pemilik ruko, dan tentunya customer. Semua pihak menginginkan ketepatan waktu, apalagi menyangkut tagihan atau pembayaran.
Memang jika terjadi keterlambatan sesekali dapat ditoleransi, tapi keterlambatan pengiriman secara konsisten bisa merugikan bisnis UMKM di bidang apapun. Hubungan supplier yang rusak, terputus dari layanan yang dibutuhkan, dan risiko terjerat utang yang dapat berdampak besar pada kesehatan keuangan perusahaan.
4. Masalah Pembukuan
Masalah pembukuan termasuk hal dasar dari sbuah sistem akuntansi bisnis yang telah diatur menurut Pasal 28 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007. Dalam setiap pembukuan, idealnya memang harus bisa menampilkan informasi dasar berupa pemasukan dan pengeluaran.
Pembukuan yang baik disusun sistematis dan rinci agar bisa memberi gambaran yang valid terkait semua aktivitas bisnis yang berhubungan dengan uang dan barang. Bahkan juga menyangkut aspek lain, misalnya utang piutang.
Apa jadinya jika pengelola bisnis tidak memprioritaskan pencatatan keuangan yang rapi? Tentu akan menjadi risiko tersendiri dan patut disayangkan karena tidak bisa mengetahui jumlah omzet dan keuntungan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apalagi jika posisinya sudah ada investor yang membantu permodalan dan business owner harus melapor kepada investor secara berkala.
5. Pengeluaran Tidak Terduga
Anda telah menyiapkan anggaran, memantaunya secara teratur, dan membelanjakannya dengan bijak. Tapi terkadang, itu tidak cukup. Faktanya adalah, tidak peduli seberapa berhati-hati Anda, kemungkinan besar tetap ada pengeluaran tidak terduga. Entah itu kerusakan akibat hal teknis yang tak terduga, atap yang bocor, atau bahkan bencana alam.
Pengeluaran tidak terduga dapat sangat memengaruhi perencanaan keuangan yang paling hati-hati sekalipun. Cara terbaik untuk mengatasi pengeluaran tidak terduga adalah dengan mengisi anggaran Anda dengan dana darurat yang nantinya dialokasikan dengan tepat.
3. Tentang Ketepatan Waktu dalam Pembayaran
Sebuah bisnis memang selalu terkait dengan banyak pihak, misalnya supplier, pemilik ruko, dan tentunya customer. Semua pihak menginginkan ketepatan waktu, apalagi menyangkut tagihan atau pembayaran.
Memang jika terjadi keterlambatan sesekali dapat ditoleransi, tapi keterlambatan pengiriman secara konsisten bisa merugikan bisnis UMKM di bidang apapun. Hubungan supplier yang rusak, terputus dari layanan yang dibutuhkan, dan risiko terjerat utang yang dapat berdampak besar pada kesehatan keuangan perusahaan.
4. Masalah Pembukuan
Masalah pembukuan termasuk hal dasar dari sbuah sistem akuntansi bisnis yang telah diatur menurut Pasal 28 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007. Dalam setiap pembukuan, idealnya memang harus bisa menampilkan informasi dasar berupa pemasukan dan pengeluaran.
Pembukuan yang baik disusun sistematis dan rinci agar bisa memberi gambaran yang valid terkait semua aktivitas bisnis yang berhubungan dengan uang dan barang. Bahkan juga menyangkut aspek lain, misalnya utang piutang.
Apa jadinya jika pengelola bisnis tidak memprioritaskan pencatatan keuangan yang rapi? Tentu akan menjadi risiko tersendiri dan patut disayangkan karena tidak bisa mengetahui jumlah omzet dan keuntungan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apalagi jika posisinya sudah ada investor yang membantu permodalan dan business owner harus melapor kepada investor secara berkala.
5. Pengeluaran Tidak Terduga
Anda telah menyiapkan anggaran, memantaunya secara teratur, dan membelanjakannya dengan bijak. Tapi terkadang, itu tidak cukup. Faktanya adalah, tidak peduli seberapa berhati-hati Anda, kemungkinan besar tetap ada pengeluaran tidak terduga. Entah itu kerusakan akibat hal teknis yang tak terduga, atap yang bocor, atau bahkan bencana alam.
Pengeluaran tidak terduga dapat sangat memengaruhi perencanaan keuangan yang paling hati-hati sekalipun. Cara terbaik untuk mengatasi pengeluaran tidak terduga adalah dengan mengisi anggaran Anda dengan dana darurat yang nantinya dialokasikan dengan tepat.
Lihat Juga :