Product Development dan Persaingan Pasar di Industri Kuliner
Kamis, 24 Maret 2022 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya dari segi komposisi produk, seorang developer kuliner juga bertanggung jawab dari segi inovasi konsumsi. Seperti mengganti produk fresh ke produk frozen, mengganti produk cair ke bentuk bubuk untuk memudahkan konsumsi, dan sebagainya. Semua ini tentu tidak lepas dari ide dan konsep seorang developer produk kuliner. Bagaimana proses lengkapnya?
1. Gagasan dan konsep
Hal ini adalah langkah awal dalam merancang sebuah produk Terutama di industri kuliner yang mempunyai kelemahan produk cepat basi dan harus memerhatikan kehigienitasan. Ide dan konsep inilah yang nanti akan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan tujuan produk diciptakan.
2. Validasi produk
Sebuah ide haruslah dites pasar terlebih dahulu. Bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah memantau kompetitor atau dari tools mesin pencari yang tersedia. Netizen sekarang umumnya akan dengan lugas menyampaikan bahwa mereka merasa puas atau kecewa di social media dari produk yang dibelinya. Hal inilah yang harus jadi acuan developer untuk membuat inovasi produk.
3. Buat Product 3D
Jika dalam industri fashion bisa dibuat versi 3D nya atau pembuatan prototype pada mesin-mesin. Maka dalam industri kuliner bisa diciptakan inovasi makanannya. Tentu, ini adalah semacam prototype yang akan dikembangkan lebih lanjut.
4. Merancang proses produksi hingga distribusi
Hal ini juga penting dilakukan, mengingat setiap produk makanan pasti akan mempunyai supplier hingga segment market yang berbeda. Hal ini tergantung positioning produk kuliner yang akan dikeluarkan.
5. Rencana Anggaran
Hal yang tidak kalah penting adalah tentang rencana anggaran. Sebaiknya, rencanakanlah anggaran yang tidak hanya anggaran membuat produk, namun juga ada anggaran untuk marketing dalam memasarkan produk inovasi yang telah dibuat.
Baca Juga: Mengenal Komunikasi Pemasaran Jasa di Era Disrupsi
1. Gagasan dan konsep
Hal ini adalah langkah awal dalam merancang sebuah produk Terutama di industri kuliner yang mempunyai kelemahan produk cepat basi dan harus memerhatikan kehigienitasan. Ide dan konsep inilah yang nanti akan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan tujuan produk diciptakan.
2. Validasi produk
Sebuah ide haruslah dites pasar terlebih dahulu. Bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya adalah memantau kompetitor atau dari tools mesin pencari yang tersedia. Netizen sekarang umumnya akan dengan lugas menyampaikan bahwa mereka merasa puas atau kecewa di social media dari produk yang dibelinya. Hal inilah yang harus jadi acuan developer untuk membuat inovasi produk.
3. Buat Product 3D
Jika dalam industri fashion bisa dibuat versi 3D nya atau pembuatan prototype pada mesin-mesin. Maka dalam industri kuliner bisa diciptakan inovasi makanannya. Tentu, ini adalah semacam prototype yang akan dikembangkan lebih lanjut.
4. Merancang proses produksi hingga distribusi
Hal ini juga penting dilakukan, mengingat setiap produk makanan pasti akan mempunyai supplier hingga segment market yang berbeda. Hal ini tergantung positioning produk kuliner yang akan dikeluarkan.
5. Rencana Anggaran
Hal yang tidak kalah penting adalah tentang rencana anggaran. Sebaiknya, rencanakanlah anggaran yang tidak hanya anggaran membuat produk, namun juga ada anggaran untuk marketing dalam memasarkan produk inovasi yang telah dibuat.
Baca Juga: Mengenal Komunikasi Pemasaran Jasa di Era Disrupsi
Lihat Juga :