Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
Jum'at, 10 Juli 2026 - 22:09 WIB
loading...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
A
A
A
Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente memilih merespons secara hati-hati polemik kepemimpinan wasit Francois Letexier dalam laga Argentina kontra Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 .
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 setelah sempat tertinggal 0-2. Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak gol untuk membawa La Albiceleste melangkah ke perempat final.
Mesir kemudian melontarkan protes keras terhadap dua keputusan penting Letexier. Gol mereka pada menit ke-58 dianulir setelah wasit menilai ada pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal rangkaian serangan.
Tim berjuluk The Pharaohs itu juga menilai seharusnya mendapatkan penalti pada akhir pertandingan setelah Mohamed Salah terjatuh dalam duel dengan Julian Alvarez. Alih-alih mendapat hadiah penalti, Mesir justru kebobolan melalui serangan balik cepat yang diselesaikan Enzo Fernandez.
Kekecewaan Mesir berkembang menjadi tudingan bahwa Piala Dunia 2026 berpihak kepada Argentina. FIFA melalui Kepala Komite Wasit Pierluigi Collina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan integritas perangkat pertandingan tidak boleh diragukan.
Dalam wawancara dengan DAZN menjelang pertandingan Spanyol melawan Belgia, De la Fuente tidak memperpanjang perdebatan mengenai keputusan Letexier. Ia menyatakan tidak memahami mengapa kontroversi itu ditujukan kepadanya.
“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa Anda bertanya kepada saya soal kontroversi wasit dalam pertandingan Argentina melawan Mesir. Dari mana itu datang?” kata De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu kemudian menyebut Letexier telah mengambil keputusan yang tepat sepanjang pertandingan. Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai dukungan kepada sesama pelatih dan penghormatan terhadap otoritas wasit, meski tidak secara langsung membahas satu per satu keputusan yang diprotes Mesir.
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2 setelah sempat tertinggal 0-2. Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez mencetak gol untuk membawa La Albiceleste melangkah ke perempat final.
Mesir kemudian melontarkan protes keras terhadap dua keputusan penting Letexier. Gol mereka pada menit ke-58 dianulir setelah wasit menilai ada pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal rangkaian serangan.
Tim berjuluk The Pharaohs itu juga menilai seharusnya mendapatkan penalti pada akhir pertandingan setelah Mohamed Salah terjatuh dalam duel dengan Julian Alvarez. Alih-alih mendapat hadiah penalti, Mesir justru kebobolan melalui serangan balik cepat yang diselesaikan Enzo Fernandez.
Kekecewaan Mesir berkembang menjadi tudingan bahwa Piala Dunia 2026 berpihak kepada Argentina. FIFA melalui Kepala Komite Wasit Pierluigi Collina membantah tuduhan tersebut dan menegaskan integritas perangkat pertandingan tidak boleh diragukan.
Dalam wawancara dengan DAZN menjelang pertandingan Spanyol melawan Belgia, De la Fuente tidak memperpanjang perdebatan mengenai keputusan Letexier. Ia menyatakan tidak memahami mengapa kontroversi itu ditujukan kepadanya.
“Saya benar-benar tidak mengerti mengapa Anda bertanya kepada saya soal kontroversi wasit dalam pertandingan Argentina melawan Mesir. Dari mana itu datang?” kata De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu kemudian menyebut Letexier telah mengambil keputusan yang tepat sepanjang pertandingan. Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai dukungan kepada sesama pelatih dan penghormatan terhadap otoritas wasit, meski tidak secara langsung membahas satu per satu keputusan yang diprotes Mesir.
Lihat Juga :