Luhut Tak Ingin Didikte Tesla: Negara Ini Bukan Republik Pisang

Jum'at, 25 Maret 2022 - 09:12 WIB
loading...
Luhut Tak Ingin Didikte...
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, tidak ingin didikte oleh perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), yaitu Tesla. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, tidak ingin didikte oleh perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), yaitu Tesla jika ingin berinvestasi di Indonesia. Sebelumnya nama Tesla kerap disebut-sebut ketika pemerintah ingin membangun ekosistem pabrik baterai mobil listrik Indonesia.

Menko Luhut menyebut produsen mobil listrik asal Amerika tersebut telah menelepon pihaknya dan kembali menyampaikan minat untuk berinvestasi di Indonesia. Namun karena dinilai terlalu mendikte Pemerintah, Luhut dengan tegas menolaknya.

"Tadi pagi, saya ditelepon dari Amerika, Tesla bilang dia mau bikin deal (investasi) sama kita. Saya bilang, 'Hey you cannot do this,” kata Menko Luhut dalam acara Closing Ceremony Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri 2022, dikutip Jumat (25/3/2022).

Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Kelas Dunia

Luhut menyatakan, pihak Tesla sempat ingin investasi beberapa tahun terakhir, namun dinyatakan telah batal pada 2 tahun silam terkait baterai mobil listrik di Indonesia karena terlalu mendikte. Kini Luhut enggan itu terjadi lagi.

"Saya bilang, 'Hey Anda itu sudah dua tahun yang lalu telepon saya mau bikin lithium baterai'. Anda semua mau mendikte,” urainya.

“Jadi dimana kita harus sama. Saya bilang, 'Kamu nggak bisa begitu lagi. This country is not banana republic! (Negara kita bukan republik pisang) This country is a great country (negara yang baik)," tandasnya.

Dengan begitu, Menko Luhut mengingatkan bahwa Tesla harus mengikuti sejumlah syarat dari pemerintah Indonesia jika ingin berinvestasi, bukan sebaliknya malah mendikte.

Baca Juga: Luhut: Kereta Cepat Simbol Negara Maju

Di sisi lain Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini meresmikan pabrik mobil listrik pertama di Indonesia. Fasilitas produksi lansiran Hyundai Motor ini menjadi pabrik mobil listrik pertama yang hadir di Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan ke depan kendaraan listrik harus menjadi moda transportasi utama negara Indonesia. Melalui peresmian pabrik mobil listrik ini, diharapkan bisa mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia.

"Ini momen yang saya tunggu-tunggu, karena kita ingin segera melakukan transisi besar-besaran dari mobil yang berbahan bakar fosil menjadi mobil listrik yang ramah lingkungan," ujar Jokowi dalam keterangannya, Kamis (17/3) lalu.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Rekomendasi
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved